She’s Mine [Sequel]

23 Jun
Cast : -Donghae
         -yurin
         -other cast.
nama: shasa
tweet : @ELFofDonghaeSJ
asal kota : medan
Yurin P.O.V
Sudah tiga tahun aku menjadi dokter dan bekerja disebuah rumah sakit terkenal ‘Seoul International Hospital’. Dan tentu juga, aku berpacaran dengan Donghae sudah 5tahun lamanya. Keluargaku sudah mengenal Donghae dekat. Begitu juga keluarga Donghae kepadaku. Aku bersiap-siap untuk pergi bekerja dan terdengar suara mobil dan kleksonan cinta (?) dari luar rumah.
“itu pasti Donghae?!” aku langsung bergegas menarik jas putihku dan mengambil tasku lalu keluar kamar.
“ayo, Donghae sudah menunggu”kata leeteuk oppa padaku. Aku mengangguk dan mengecup pipi leeteuk oppa dan eun ji eonni.
“aku berangkat.”aku berpamit dan langsung mendekati mobil merah yang membawa kesan mewah jika dilihat. Aku tersenyum setelah memasuki mobil itu.
“ini, minumlah” Donghae menyodorkan sebuah botol berisi susu.
“susu?”
“aku tau kau jarang sekali mau srapan pagi, itu sudah kebiasaanmu. Sebelum jadi suami saja aku sudah tau kebiasaanmu.”
“iih. Oppa” aku menyubit lengan yang berotot itu. Sedikit sulit untuk menyubitnya.
*skip*
Kami sampai di rumah sakit tempat kami bekerja. Pkerjaanku sebagai dokter kandungan dan Donghae adalah dokter anak. Pkerjaan kami hampir berdekatan. Kami keluar dari mobil. Donghae menggenggam tanganku sambil memasuki rumah sakit. Aku terkejut ketika melihat seorang lelaki berambut berwarna pirang dirumah sakit itu. Aku terhenti berjalan dan mempererat genggaman tangan Donghae.
“Oppa.” Donghae menoleh kearahku.
“eunhyuk”kataku pada Donghae lagi tanpa menoleh kearah Donghae.
Donghae melihat kearah yang kupandang. Dia juga terkejut dengan kehadirannya. Donghae merangkulku menenangkanku dan membawa aku ke jalan tangga darurat.
“kita lewat tangga saja, ya?” tanya Donghae lembut.
“iya.”
*skip*
Donghae P.O.V
Aku mengajak YuRin makan siang direstoran kesukaannya. Kami melahap makanan yang kami pesan. Aku memandang cara dia makan, aku sudah terpesona melihat kecantikannya. Dia begitu sopan, berhati-hati hingga tidak ada satu tetespun kuah yang jatuh kebajunya. Tiba-tiba saja, aku teringat suatu hal. Aku teringat ucapan Ibuku dan Teuk hyung, abang Yurin. Mereka menanyakan kapan tanggal yang tepat untuk menikahi Yurin. Tapi, sampai saat ini, kami belum pernah bercerita atau berdiskusi apakah dia ingin menikah denganku. Aku sangat mencintainya, aku tidak mau menunggu dia lebih lama lgi untuk menjadi istriku.
“Yurin-ah”
“hm?” dia menoleh kearahku.
“kau ingat tidak? Saat aku menyelamatkanmu dari genggaman eunhyuk?”
“ya pasti aku ingat, disitukan kita juga jadian, mana mungkin aku melupakannya, Oppa”
Aku tersenyum ketika dia memanggilku Oppa lagi.
“kau ingat apa yang aku katakan pada eunhyuk waktu itu?”
“hmmm…. Aku pacarmu, aku milikmu. Wae-yo Oppa?”
“ada satu lagiii.. apakah kau masih mengingatnya?”kataku mengingatkannya.
“apa yaa? Hmm..”
Dia berpikir terlalu lama, sehingga membuat aku tidak sabar.
“Yurin-ah.”rengekku.
“aku ingat Oppa!”
“apa-apa?”
“aku calonmu?”
“iya! Tepat sekali.”
“terus kenapa?”
“apakah kau sudah siap untuk menikah denganku?”tanyaku pelan menandakan pasti dengannya. Aku ingin menggandenganya dengan status istriku, bukan pacarku lagi. Aku menantikan jawabannya yang sangat jelas.
“tapi, apakah keluargamu menerimaku?”
“pasti. Keluargaku sudah menerimamu, percayalah padaku. Donghwa Hyung, ibuku, dan keluarga besarku sudah menerimamu.”
“baiklah, aku menerimamu.”dia tersenyum padaku.
“jinjja?” aku memegang kedua tangannya diatas meja.
“ne. jinjja-ro nae nampyeon”dia tertawa kecil.
Aku senang mendengarnya. Sungguh sangat senang.
*skip*
YuRin P.O.V
Satu bulan sudah aku dan Donghae oppa merencanakan pernikahan ini. Sekarang, aku sedang berhadapan dengan cermin. Memandang diriku yang kini sudah terbalut dengan gaun pengantin berwarna silver yang sangat mewah. Dengan mahkota kecil dikepalaku menambah kesan indah didiriku. Aku sangat senang, akhirnya aku bisa menikah dengan Donghae oppa. cinta kami akan abadi dengan pernikahan ini. Tiba-tiba saja ada seseorang yang membuka pintu ruang ganti pengantin. Aku melihat sosok min jeong disana. Seorang sahabatku yang kini sudah menjadi dokter spesialis tulang dan juga sudah mempunyai seorang suami dan seorang anak.
“yurin-ah. chukkae” min jeong menghampiriku dan memelukku erat sekali.
“gomawo-yo min jeong” aku membalas pelukkannya.
Min jeong melepaskan pelukannya. “kau cantik sekali hari ini, semua orang pasti terpana denganmu” goda min jeong.
“kau ada-ada saja min jeong.” Kami tertwa lepas.
“tau tidak? Ada seorang pangeran yang menunggumu diluar. Cepatlah kelapangan, dia sudah tidak sabar menunggu sang putri”
Aku mengangguk. Aku keluar dari ruang ganti pengantin diantar min jeong. aku melihat seorang pria terbalut dengan jas hitam yang terlihat sangat gagah sedang merapikan jas dan sarung tangannya yang melekat ditubuhnya. Kehadiranku disadari olehnya. Dia melihat kearahku dan terpesona melihat keanggunanku. Aku tersenyum kearahnya, dia mendatangiku dan tersenyum senang kearahku.
“neo neomu yepposeo, yurin-ah”
“gomawo oppa.”
Dia menyentuh pipiku.
“akhirnya, kau akan menjadi milikku.”
“aku tersenyum manis padanya”
*skip*
Setelah mengucapkan beberpa perjanjian kpada sang penghulu, kami sudah sah menjadi pasangan suami-istri. Kami memasangkan cincin dijari pasangan. Cincin yang menghiasi jariku dan Donghae menjadi saksi parjanjian kami. Aku mencium tangan Donghae dan Donghae mencium keningku lembut. Para hadirin memberi kami tepuk tangan yang sangat meriah.
*skip*
Jam sudah menunjukkan pukul 10.23p.m. sekarang, aku dan Donghae yeobo berada diapartemen yang akan menjadi tempat tinggal kami. Di apartemen ini hanya ada kami berdua. Kami duduk diruang TV menontong acara Strong Heart. Saat menonton, tangan Donghae tak lepas dari tubuhku. Dia merangkulku sang erat dan sesekali mencium kepalaku lembut. Aku mendongakkan kepalaku dan melihat wajahnya dari bawah dagunya. Aku sadar, dari tadi saat dia mencium kepalaku, aku belum ada membalas kecupannya. Aku mencium dagunya lumayan lama dan melepaskannya. Aku memeluk perutnya dan melendot didadanya. Sedangkan Donghae semakin mempererat rangkulannya.
“Oppa-ya”.
“sampai kapan kau memanggilku Oppa?”
“yeobo-yah”
“hm?”
“gomawo-yo. Jeongmal gomawo-yo”
“gomawo? Untuk apa?”
“gomawo telah menerima dan memilihku untuk menjadi istrimu.”
Donghae melepaskan rangkulannya dan pelukanku, dia memegang kedua bahuku dan menatapku lekat.
“Dengar Yurin-ah. Kau tidak perlu berterim kasih. Karena, semua adalah takdir dan janjiku kepada ibuku dan teuk hyung. Mereka terus menagih janjiku untuk menikahimu, dan kini, cintaku dan cintamu telah tersimpan sebuah perjanjian dan sepasang cincin.” Jelas Donghae. Aku terharu mendengarnya, aku meneteskan airmataku. Donghae memindahkan tangannya kewajahku. Donghae menghapus airmataku dengan jarinya.
“jangan menangis, sayang. Aku akan menjaga dan melindungimu.” Jelas Donghae lagi.aku mengangguk dan tersenyum padanya.
Donghae mengecup keningku dan turun ke bibirku lalu melepaskannya. Dia membelai kepalaku lembut dan memelukku erat.
“Saranghae”kataku membalas pelukannya.
“nado saranghae, yeobo-yah”
Donghae semakin mempereart pelukannya, hangat yang aku rasa dalam pelukannya.
“aku tidak akan melepaskanmu kepada siapapun. Walaupun itu teuk hyung. Aku tidak akan memulangkanmu padanya. Kau harus tetap dalam pelukanku. Araseo?”jelas donghae.
“araseo yeobo”
Donghae mengecup kepalaku lagi dengan bibirnya yang lembut. Aku terhanyut dalam pelukan hangat suamiku, Lee Donghae.
~END~

Satu Tanggapan to “She’s Mine [Sequel]”

  1. secondevil Juli 19, 2012 pada 2:28 pm #

    sebenernya alurnya kecepetan tp aku suka prequel dan sequel story ini hehee faktor 동해 kayanya hahaaa suka sukaaa bikin bagian mereka udh punya anak dongs (;

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: