That’s Love

11 Jun

Author : KCCL (adminND)

Cast      :

–          Kim Hee Nim

–          Henry Lau

–          Lee Dong Hae

–          Other cast.

 

Author p.o.v

 

To : “henry lau” Henrylau89@yahoo.com
From : “Kim Heenim” KHnim98@yahoo.com
Date : Monday, August 15th 2012
Subject : replying your e-mail

Dear Henry,

Jinjja-yo chagi?? Kau akan kembali ke Korea dalam waktu dekat?? Aigoo! Aku senang sekali chagi!! Aku tak sabar ingin bertemu dengan mu!! Aku akan menunggumu ne? gumawo chagi. Saranghae ^^

Your yeoja,

Kim Heenim

‘click

“dan.. send!! OK finished!! Aa.. nae namja”

Tampak seorang yeoja manis terduduk di depan laptopnya. Dia tersenyum setelah mengirim sebuah e-mail pada kekasihnya. Henry Lau. Mereka sudah menjalani hubungan selama 3 tahun lebih. Namun Henry harus pergi ke Canada untuk melanjutkan kuliahnya.

‘tok tok tok

Yeoja itu beranjak membuka pintu kamarnya. “aku mengganggu?” Tanya seorang namja tampan di depannya. “ani oppa, masuk saja” balas yeoja cantik itu. “gumawo” namja itu mengelus kepala heenim pelan. “heenim-a, apa yang kau lakukan?” lee donghae, namja tadi, tersenyum khas kepada heenim. “ah.. aku baru saja selesai membalas e-mail henry, oppa, wae?”

DongHae p.o.v

‘glekk

Kata kata itu sungguh dalam menusuk kedalam hatiku. Tapi.. apa yang harus ku lakukan? Aku tak berhak cemburu padanya. “a-ani, mm.. kenapa henry?” aku terbata membalas senyum manisnya. “dia akan pulang dalam waktu dekat ini oppa, aku sangat merindukannya!! Aiihh.. bayangkan saja oppa, 2 tahun lebih aku tak bertemu kekasihku itu, rasanya hampa oppa” dia tampak bahagia sekali. Rasanya jika aku mengatakannya sekarang, itu akan merusak kebahagiaanya.

Tapi ini sakit. Rasanya sakit.

“oppaaaa~~ alohaa~~” lambaian tangan tepat di depan wajahku menyadarkanku dari lamunan. “uh? Mm.. ne.” sebenarnya apa yang aku lakukan ini!! “gwenchana oppa?” “gwenchana-yo, mm.. heenim, kau mau aku ajak ke suatu tempat?”

“tentu saja oppa, kajja kita pergi, aku bosan disini”  dia memasang wajah itu lagi. Sangat lucu, aku menyukainya.

**********

“indah sekali pemandangannya oppa” tapi tak seindah senyumu heenim. “ne.. hh..” aku menghela nafas. “aku selalu menyukai pemandangan ini” lanjutku. “nado”. Aku mengajak heenim ke tepi sungai han , sebenarnya mala mini aku akan menyatakan perasaanku pada heenim, tapi itu tak mungkin, heenim sudah punya kekasih. Dan aku tahu, aku tak akan bisa memilikinya. Tapi setidaknya aku lega jika aku menyatakan perasaanku.

“oppa, bagaimana? Sudah ada yeoja yang menarik hatimu?” hh.. tentu saja ada heenim, kau adalah yeoja yang menarik hatiku! “mm, tidak ada heenim, aku masih ingin sendiri” “opppaaa!! Kau selalu mengatakan kalimat itu” dia memasang muka cemberutnya lagi, haha, itu lucu sekali.

“kau itu tampan oppa, baik, perhatian, suara bagus, pintar, dance mu juga keren, kenapa sampai sekarang kau tidak punya yeojachingu?” aku tersenyum, dan kembali melihat pemandangan sungai han. “selama henry tidak ada di sampingku, kau yang selalu membuatku bahagia, kau yang selalu memberiku perhatian dari seorang namja, rasanya harus ada yeoja lain yang merasakannya oppa” heenim, disaat kita berduaan saja kau masih menyebut namanya, rasanya semakin berat untukku heenim.

“mm.. ani heenim, sungguh, aku ingin sendiri”

“terserah oppa saja” sebenarnya aku takut membuatnya marah. Tapi dia itu kan baik, aku yakin ia tak akan marah padaku.

“ah.. oppa, tunggu ne? kau duduk di situ dulu, tunggu aku oppa” aku duduk di bangku tepi sungai han sesuai perintahnya. Ah.. dia kembali, ada gitar di tangannya.

“ah? Mwo?” heran, dari mana heenim mendapatkan gitar secepat itu. “mainkan sebuah lagu untukku oppa, jebal” “lagu apa?” tak biasanya heenim semanja ini, ada apa dengannya?

“lagu berbahasa mandarin oppa, kau kan pintar hehehe” mungkin lagu ini, ku harap dia mengerti maksudku.

Ku petik satu demi satu senar gitar. Dan..

Zhe shi ai dang wuxin shanghai gai zenme ban
Zhe shi ai dang piqi genggai chu ni yiwai
Cuozhe you qidai ni shuo ni buxin zhe shi ai

Wo de pengyou xiang ba ni meitou gei rou kai 
Naxie xinfan ni miiyou tiao bai
Qishi wo kan de chulai
Dou shi yinwei ai daoluan

Ni yue fangqi aiqing, aiqing yue kao guolai
Buguan didian changhe shiduan
Ni huran xiang yao shihuai
You huran baolu yaohai sui ta zuoyou yaobai

Tiankong weilan xiangqi jiu ai
Ni yiwei bu yilai jiu meiyou bei’ai cuoguo zhenshi de ai
Ni jing jing fazhe dai di sheng ninan
Yuqi dou shi chang ran xiang shui tanbai

I’m Sorry Baby

Zhe shi ai dang wuxin shanghai gai zenme ban
Zhe shi ai dang piqi genggai chu ni yiwai
Cuozhe you qidai ni shuo ni buxin..

“ah.. mian oppa, jeongmal mianeyo”

Lagu ku berhenti ketika ponsel Heenim berbunyi. Padahal tadi heenim terlihat menikmatinya.

“eomma, oppa” dia mengangkat ponselnya, dan member isyarat agar aku diam.

>> Phone<<

Eomma : yeoboseyo..
Heenim : yeoboseyo eomma, wae?
eomma : kau dimana? Dengan siapa?
heenim : aku di sungai han eomma, dengan donghae oppa
eomma : syukurlaaah.. cepat pulang heenim, besok kau test kan? Oppa mu juga, dia besok harus bekerja
heenim : ne eomma, tapi kapan kapan piknik di sungai han bareng bareng ya? Aku suka pemandangan disini.
eomma : OK. Cepat pulang ne? annyeong chagi.
heenim : ne eomma, annyeong

>> Phone end<<

“disuruh pulang oppa” hh.. kali ini aku batal menyatakan perasaanku lagi. “ne, kajja”

**********

Author p.o.v

“annyeong, aku pulang” seru donghae saat tiba di rumah.

“Donghae.. mana adikmu?” Tanya tuan Kim pada donghae. “aku disini appa” senyum manis heenim menghangatkan suasana di rumah mewah itu.

Donghae langsung merebahkan dirinya di sofa ruang keluarga. Sementara heenim langsung naik ke kamarnya. “heenim-a, tunggu” suara eomma menghentikan langkah heenim. “ne? wae?” sigap, heenim membalasnya. “jika ada kesulitan tanyakan pada oppamu, dia dulu mendapat nilai A loh”
“aiggoo eommaa!! Jangan menyombongkanku seperti itu, itu juga berkat eomma dan appa kan.” Sahut donghae.
“aiihh.. oppa, kau ini,” heenim menghampiri donghae. Donghae mengubah posisinya, agar heenim bisa duduk di sampingnya.

“ne heenim, dia sangat cerdas” kini giliran appa heenim. Donghae tersenyum dengan wajah merahnya.

“bagaimana heenim? Kapan kau menikah?” appa heenim bersuara. Membuat Donghae diam mematung. “rencananya akhir semester ini appa. Itu saja jika Henry jadi melamarku dalam waktu dekat” semua orang di rumah itu tersenyum bahagia. Kecali Donghae yang masih membisu.

“mm.. bagaimana donghae oppa? Adikmu saja sudah mau menikah di waktu dekat. Tapi kau.. yeojachingu saja tak punya” heenim menyindir Donghae untuk merubah suasana.

“aku tak memperlukannya. Lagian siapa juga yang mau sama namja miskin seperti aku? Aku hanya berutung bisa bertemu kalian 3 tahun lalu” perkataan Donghae sontak membuat suasana kembali hening.

“YA!! Oppa!! Jangan bahas itu lagi!! Itu sudah berlalu, sekarang kau sudah menjadi bagian dari keluarga Kim, milikku juga milikmu oppa!! Kau itu sudah aku anggap seperti oppa kandungku sendiri!! Jebal oppa, jangan bahas itu lagi!! Saranghae oppa” heenim menaikan volume suaranya.

“tapi.. heenim.. itu..” Heenim langsung memeluk Donghae saat donghae belum menyelesaikan kalimatnya.

**********

Donghae p.o.v

Hangaat.. hh heenim, pelukanmu sangat hangat. Aku selalu merasa tenang jika memelukmu heenim. Meskipun kau juga yang memberiku rasa sakit begitu banyak di hati ini.

“mm.. heenim, lepaskan” aku terpaksa melepaskannya. Aku harus bisa mengontrol diriku. “mm.. gumawo and mian, aku janji tak akan membahasnya lagi ne?” ku coba menenangkannya.

“ah.. gitu dong oppa, sekarang ajari aku” aku ingin sedikit evil haha “tak mau aku mau tidur weee” aku menjulurkan lidahku dan berlari ke kamar.

“oppaaa!!” teriakan heenim tak ku pedulikan. Pasti wajahnya sangat lucu sekarang.

hh.. Henry henry, sungguh beruntung kau bisa memiliki yeojachingu sesempurna dia.

Tapi tunggu, bukannya tadi heenim mengatakan saranghae padaku?? Atau aku salah dengar?? Mm.. ahh.. maa mungkin dia mengatakannya. Meskipun dia mengatakannya, dia hanya menganggapku sebagai kakak angkatnya.

Hhh.. lebih aku tidur. Besok aku harus bekerja kembali di perpustakaan kampus heenim.

**********

“oppa, kajja kita berangkat! Makan saja kau seperti siput” sindiran heenim saja bagai pujian untukku. “ne,.. kajja, aku makan di mobil saja” aku tak mau heenim kecewa. Aku rela berkorban apapun untuknya.

‘kringg..kringg..

Ponsel heenim kembali berbunyi. Hh.. apalagi ini.

Heenim p.o.v

Ponsel ku berbunyi. Dengan segera ku mengangkatnya. Siapa tahu ini dari henry. “yeoboseyo?” . “yeoboseyo chagi-a” suara dari seberang sana sungguh membuatku bahagia. “YA!! Henry!! Aku rindu sekali suaramu yeobo” sungguh aku tak bisa melukiskan seberapa bahagianya aku pagi ini. “nado chagi. Chagi.. aku putuskan untuk pulang saat ulang tahunmu saja chagi. Tunggu aku ne?” “Jinjja?? Aa!! Ne!! aku selalu menunggumu yeobo!”

“sudah chagi aku ada urusan, annyeong”

‘clekk

Hhh padahal aku belum selesai bicara -_-. “heenim, ada apa?” appa membuatku sadar kalau aku tak sendiri di ruangan ini. “henry appa, dia mau pulang saat ulang tahunku” semua orang termasuk donghae oppa menatapku heran.

“wae?” aku semakin heran karena appa menghela nafasnya. “lalu.. tanggal berapa ulang tahunmu yeobo?” Tanya eomma. Dan aku masih saja heran.

“tanggal 16 agustus” jawabku polos. Aiihh.. donghae oppa mengeluarkan (?) evil smirk nya lagi. “lalu tanggal berapa sekarang heenim?” appa menatapku seperti ia ingin mengatakan ‘babo yeoja’ tapi, apa salahku?

“sekarang tanggal..” aku melihat ke layar ponselku yang bermerk iPhone itu. “YAAA!!!!!!! Sekarang tanggal 16 agustus appa!! Ini hari ulangtahunku!! Henry akan datang hari ini!! Aaa!! Henryy!!” aku berteriak kegirangan seperti anak SMA yang baru saja menerima pengumuman kelulusan.

“saengireul chukahamnida.. wish you all the best” Donghae oppa mengucapkannya pertama kali. “selamat ulag tahun sayang” appa memberiku sebuah kecupan. Begitu juga dengan eomma.

“donghae oppa gumawo” aku memeluk donghae oppa. Aku memang sangat menyayanginya. Dia air untukku, selalu ada dan selalu aku butuhkan. Tapi Henry.. bagaikan setiap nafasku. Kk~

Satu kecupan hangat mendarat di pipi namja berkulit putih itu. Hh.. ini yang selalu aku inginkan. Menciumnya. Tentu saja tanda sayangku pada kakakku.

Donghae p.o.v

Sudah ku duga itu henry. Dia akan datang di hari ulang tahun heenim. Itu berarti hari ini. Dia terlihat sangat bahagia. Sehingga aku semakin tak tega menyatakan perasaanku padanya,

“saengireul chukahamnida.. wish you all the best” mungkin hanya ini yang bisa ku katakan.

“donghae oppa, gumawo” dia memelukku. Dengan lembut, penuh cinta dari seorang adik. Ya.. dia hanya saengku. Hanya saeng. Uh? Aku diam tak bergerak saat bibir merah mudanya menyentuh pipiku. Jantungku seperti berhenti berdetak.

“oppaaa” lambaian tangannya tepat di depan wajahku menyadarkanku. Lagi. “ne.. kajja kita berangkat” aku mengalihkan pembicaraan agar dia tak banyak Tanya knapa tadi aku melamun. “ne..”

**********

Akhirnya sampai juga di Inha University. Tempat aku bekerja. Dan tempat heenim menuntut ilmu. Sebenarnya aku sudah bosan dengan ocehan heenim sepanjang jalan tadi. Dia selalu membicarakan henry. Dimana henry akan menemuinya. Kapan. Dan kenapa henry pulang. Sampai sampai aku hafal pertanyaan pertanyaan yang dilontarkan heenim.

**********

“oppa” suara heenim. Aku sangat menghafalnya. “bagaimana test nya? Yakin akan mendapat A?” sindirku. “YA!! Tentu saja oppa! Aku harus menyelesaikan semester ini agar aku bisa menikah dengan henry”

‘GLEKK

Aaa!!! Seperti tertusuk ribuan jarum. Sakit, rasanya sakit sekali. “uh? Ya em… ten.. tentu saja. K-kau harus menikah dengan henry” aku menggaruk kepalaku yang sama sekali tidak gatal itu. “mm.. baiklah, kajja kita pulang oppa”

Tak ada kata yang keluar dari mulutku. Aku masih merasakan sakit, ketika dia mengatakan ‘agar aku bisa menikah dengan henry’. Heenim pun sama dia sibuk dengan iPhone nya.

‘DEG

Aku berhenti kira kira 5 meter dari mobilku. Ketika ku melihat Henry sudah berada di depan pintu mobil. Sementara heenim terus berjalan sambil melihat ke ponselnya. Ia tak sadar kalau ia berjalan sendirian sekarang.

Henry p.o.v

Ku lihat 2 orang yang sudah taka sing bagiku berjalan ke arahku. Donghae hyung berhenti ketika melihatku. Ia tampak terkejut. Aku mengisyaratkan padanya agar diam dengan gerakan tanganku. Heenim masih tidak sadar. Dia masih sibuk dengan ponselnya. Tapi, dia berhenti saat ia tepat didepanku. “Nona Kim, jangan terlalu sibuk dengan ponselmu ne?” aku mencoba untuk seromantis mungkin padanya.

Dia tersadar. Mengalihkan pandangannya lurus kedepan dan menatapku. Haha muka terkejutnya itu lucu sekali aku sangat merindukan itu. “YA!!!! HENRYYYY!!!!” dia berteriak memeluku erat seperti tak ingin melepasku lagi. Dia mencium pipiku lembut. Ku tatap sejenak Donghae hyung. Dia masih mematung, tapi akhirnya dia mendekat padaku dan heenim. Ia tampak seperti es yang bernyawa.

“henry-a, jangan tinggalkan aku lagi ne? aku tak ingin kau melepaskan tanganku walaupun hanya sedetik. Aku sangat mencintaimu yeobo, sangat sangat mencintaimu!! Jeongmal saranghaeyo” matanya, senyumnya, pelukannya. Itu yang membuatku rindu. Dia sangat cantik.

“Nado saranghaeyo chagi, aku mencintaimu lebih dari kau mencintaiku chagi, aku berjanji tak akan meninggalkanmu lagi chagi, aku janji”

“sekarang buktikalah sebisamu” hahah.. kata kata yang sama seperti yang ku ucapkan dulu. Saat aku pertama kali mecium bibir merah mudanya itu. Dia masih mengingatnya.

“uh? Jinjja?” aku meyakinkannya. “mm..” dia hanya mengangguk dan memejamkan matanya.

Perlahan ku dekatkan wajahku dengan wajahnya. Mataku terpejam. Mungkin hanya tinggal 1 cm lagi ku bisa menyentuh bibirnya.

“eheem” suara Donghae hyung menyadarkanku dan heenim. Kami baru sadar kalau di sekitar kami banyak orang. “sebaiknya jangan disini chagi” aku menatap mata indah heenim. “gumawo hyung” ya.. tentu saja aku harus berterimakasih pada donghae hyung, dia meyadarkanku.

Aku memeluk donghae hyung erat. Menepuk punggungnya pelan. “aku juga merindukanmu hyung, boleh aku membawa heenim dengan mobilku? Sekali saja hyung kk~”

“ne.. tentu saja, dia milikmu, aku hanya oppa-nya. Aku tak berhak untuk heenim, henry, jaga dia” yeoja disini itu bagaimana? Namja sebaik dia tak ada yang menyukainya. Aneh.

“tentu saja kau berhak hyung, kau kan oppanya, gumawo ya hyung” aku meninggalkan donghae hyung sendiri. Kembali menemui saengnya, kekasihku. Ah.. tidak, dia calon istriku. “kau ikut mobilku ne? kita lakukan di mobilku saja” aku tahu, pasti heenim sangat menginginkannya.

“ne” jawaban singkat yang meyakinkan.

*jangan berpikir macam macam readers*

Donghae p.o.v

Namja yang romantis. Dia mampu membuat seorang heenim seperti anak hilang yang baru bertemu dengan ibunya. Aku harus bisa melepasnya, aku tak berhak memilikinya. Aku membisu ketika heenim mencium pipi henry. YA!! Perasaan apa ini!! Cemburu?? Aku bahkan tak berhak!

Wajah mereka berdua sangat dekat. Apakah mereka akan memperlihatkannya didepan mataku? “eheem” ya.. lebih baik aku memecah suasana dari pada aku melihat itu.

Henry menghampiriku, meninggalkan heenim sendirian di depan mobil. Kali ini aku membolehkannnya satu mobil dengan calon istrinya itu, walau hatiku hancur berkeping keping.

**********

Di mobil aku terus memikirkan heenim. Apa yang ia lakukan? Berciuman? Atau sekedar melepas rindu dengan mengobrol? Ahh.. bagaimana bisaa!! Tiba tiba saja aku rindu ocehanya tentang henry disamping tempat duduk ini. Meskipun itu membosankan tapi aku tetap merindukannnya.

Bukankah mobil mewah itu mobil henry? Hh.. untung saja, ia tak mungkin macam macam karena dia sedang menyetir.

I’m walkin’ to the day, I’m walkin’ to the day eh eh eh eh
Wo~ I’m walkin’ to the day Wo~
I’m walkin’ to the day eh eh eh eh

 

Ponselku bordering, ku lihat layar ponselku itu. Appa? Kenapa apa menelponku?

“yeoboseyo, wae appa?” jawabku cepat, karena ini pasti penting. “ambil jalan pintas, cepat pulang kerumah, kita mengadakan surprise untuk heenim, sekaligus pesta lamaran, henry akan melamar heenim nanti.”

‘glekk!

Kenapa cinta itu begitu menyakitkan? Bertubi tubi jarum itu menusuk ke relung hatiku. Sakit!

“ne appa, tenang~ aku kan pembalap” “haha, cepat lah” tawa appa selalu menjadi penyemangat hidupku. Dia sangat baik padaku, jika tidak ada dirinya, mungkin aku sudah di surga sekarang.

*tiba tiba author bayangin donghae bawa mobil😄 semoga selamet deh*

**********

Aku belum terlambat, heenim belum datang ke rumah. Aku masuk kerumah, keluarga Lau ada disana. Sepertinya mereka benar akan melamar heenim. Kuatkan hatiku Donghae. Kau adalah kakak heenim! Kau harus kuat melihatnya bahagia walau tak bersamamu lee donghae!

“annyeong..” aku membungkuk member hormat pada mereka. “meriah sekali appa, sepertinya heenim akan menyukainya” aku langsung mendekatkan diriku pada appa yang berdiri di samping tuan Lau. “Lee DongHae?” Nyonya lau menyapaku hangat. “ne, annyeong” aku kembali membungkuk 90o “kau tampan ya.. tak kalah tampan sama tuan Kim hehe” suasana disini sungguh mnggembirakan. Pasti heenim menyukainya.

“permisi tuan dan nyonya lau, saya harus ke atas dulu. Annyeong” sebaiknya aku ganti baju untuk acara yang sangat berarti dalam hidup heenim ini.

**********

Lampu mulai menyala, pasti heenim yang menyalakannya. “happy birthday to you..”  semua orang disini menyanyikannya saat heenim masuk bersama henry. Heenim tampak terkejut. Raut wajahnya snagat gembira.

Henry langsung berlutut di hadapan heenim, memberikan cincin lamarannya kepada heenim. Aku tak tahan. Ingin menangis ketika heenim memakai cincin yang di berikan henry. Ku putuskan untuk naik kelantai atas memenangkan diri.

Heenim p.o.v

“aku tak yakin membiarkan oppa menyetir mobil sendirian yeobo” cetusku saat henry berjalan ke arah mobil mewah miliknya. “tenang, dia akan baik baik saja. Cepat naik.” Senyum itu yang selalu aku rindukan dari henry. “mm..” aku langsung naik ke dalam mobil henry. “tunggu chagi” dia menarik tanganku. Tanpa ragu ku balik badanku dan..

“itu janjiku, sudah kan? Cepatlah naik. Kita pulang” uh? Apa yang henry lakukan tadi? Menciumku? Ah.. lupakan, sekarang aku harus pulang ke rumah. Rasanya otakku mau meledak memikirkan test tadi.

**********

“henry-a kenapa kau seperti siput sekarang? Kau lambat sekali dalam menyetir mobil” aku rindu menyindirnya kk~

“aiih.. mau secepat apa? Superman?” hahah! Dia kan kuliah di Canada, kenapa dia babo sekali. “ahahhaaa” aku tak bisa menahan tawaku lagi. “wae? Kenapa kau tertawa?” di tambah muka bingungnya itu. Aahahha sungguh imut!! Nae namja!! “mana ada superman naik mobil babo!!” . “oh iya ya chagi!! Kau makin pintar saja”

**********

“uh? Sepi sekali, tak biasanya rumahku sesepi ini, apa oppa belum datang?” heran, kenapa rumah ini sepi sekali. “mungkin mereka ada di dalam chagi. Kajja masuk” henry menenangkanku. Dia juga tampak heran.

“gelap sekali rumahmu chagi? Nyalakan lampunya” apa ini? Tak ada orang di rumah. Lampu mati. Sebenarnya ada apa?

‘Clekk

“happy birthday to you~” aaa!! Aku membisu, tak tahu apa yang harus aku katakan. This is surprise for me! “happy birthday nae yeoja” henry mengecup keningku sekilas. “kau merencanakannya?” aku menatapnya dengan mata berkaca kaca.

“bukan aku chagi, tapi keluargaku. Aku hanya merencanakan ini” dia berlutut di hadapanku. Tampak kotak kecil hitam diambilnya. “will you marry me chagi-a?” dia membuka kotak yang berisi cincin yang sangat indah itu. “I do yeobo, I do” so romatic!! Dia melamarku di hari ulang tahunku. Ini sungguh mengharukan.

Tetes air mata kebahagiaan mulai membasahi pipiku saat henry memasangkan cincin itu ke jari manisku. Aa!! Henry-a saranghae!! Ku peluk erat tubuhnya. Aku yakin dia tak akan bisa pergi dari kehidupanku lagi.

“ayo kita kesana chagi” henry mengajakku berkumpul dengan keluarganyayang sedang bersama keluargaku. “ne, mochi” aku rindu memanggilnya mochi, hh.. dasar henry. Kenapa kau bisa membuatku sangat mencintaimu?? “ne chagi?” dia kembali tersenyum sambil terus berjalan kea rah tuan Lau. “gumawo” aku seperti kehilangan kata kata. Aku sangat bahagia hari ini. “mm” bahkan jawaban datar calon suamiku ini bisa membuatku melayang entah kemana.

“oppa!!” aku berjalan lebih cepat untuk memeluk oppa. Tapi.. “uh? Oppa!! Tunggu” kenapa dia pergi? Ada apa? Hhh.. dia selalu membuatku bingung akan tingkah lakunya. “wae?” henry merangkulku dan memberikan segelas air minum. “oppa.. dia pergi saat aku panggil. Aku bingung” aku meneguk minuman bersoda itu.

“mm.. temui dia, mungkin dia masih tidak bisa melepas saengnya.” Mochi bijak bangeet!! Aku yakin dia akan menjadi kepala rumah tangga yang bertanggung jawab nantinya. “mm..”

“kau mau kemana heenim?” nyonya lau menyapaku hangat. “annyeong” aku membungkuk pada calon mertuaku itu. “aku harus ganti baju dulu bi, nanti aku balik kok” pamitku. “ah.. heenim-a, panggil mereka eomma dan appa. Mereka juga orang tuamu” appa memberikan senyum hangatnya.

“ne appa, aku buru buru appa, eomma, mian” aku meninggalkan mereka di tengah kehangatan pesta keluarga itu.

Aku bergegas menuju kamarku untuk berganti pakaian. Tapi rasanya masih ada yang menganjal di hati ini. Padahal kan.. sekarang hari bahagiaku. Apa ada yang terlupakan?

“oppa.. oppa..” aku mencari oppa di kamarnya. Tapi aku tetap tak melihat namja tampan itu. “aku disini heenim” suaranya seperti.. ah.. bukan. Jangan berpikir macam macam heenim.

Aku menuju balkon kamar donghae oppa. Dia tampak sedih. Dia seperti tak bernyawa. “kau.. oppa kenapa?” aku duduk di sampingnya yang sedang memandang langit malam. “ani.. aku hanya tak bisa melepasmu. Mungkin aku sudah terlanjur sangat mencintaimu heenim. Saranghae.” Aku mengerti perasaan oppa sekarang mungkin dia tak ingin melepas saeng cantiknya ini. *narsis bener -_-*

“nado oppa. Tapi aku ini tetap saengmu kok. Kau bisa main kerumahku kapan saja kau mau. Kau masih bisa melihatku di kampus. Dan..” apa ini? Tiba tiba saja oppa memeluk erat tubuhku. Dia tak ingin melepaskanku.

“bukan itu, aku mencintaimu bukan sebagai oppa ke saengnya tapi sebagai seorang namja ke yeojanya yang aka segera menikah” uh? Apa maksudnya? “op-oppa.. ap-apa maksudmu?” aku terbata menjawabnya.

“aku mencintaimu sejak pertama kali ku melihat matamu. Hatiku hancur setiap kau membicaraka tentang henry. Bagai tertusuk ribuan jarum heenim. Beribu ribu kali ku coba tuk menyatakan perasaanku tapi selalu gagal! Aku tahu heenim, aku tak akan pernah bisa memilikimu tapi setidaknya perasaanku sudah ku katakana padamu heenim. Saranghae”

Aku menangis di dada bidangnya. Merasakan jantungnya yang berdetak kencang. Dia mencintaiku. Tapi aku selalu menganggapnya sebagai kasih sayang dari seorang kakak. “Miane oppa, aku tak menyadarinya, aku tak menyadari kalau kau terluka, miane oppa mianne” tangisku semakin deras membasahi kemejanya. “kwenchanayo chagi, aku sudah lega kau mengetahui perasaanku sebenarnya, hhh.. sekarang pergilah, kau sudah terlalu lama disini”

“oppa, mianne.” Ku kecup sekilas bibir merah mudanya itu. “mm.. ne, kajja kita turun merayakan ulang tahunmu” dia sungguh berhati malaikat. “ne” kini hatiku sudah lega. Ternyata ini yang mengganjal di hatiku selama ini. Hh.. oppa. Nado saranghaeyo.

Donghae p.o.v

Menyendiri. Mungkin aku harus menyendiri disini. Menenagkan perasaanku yang kacau.

Itu pasti heenim. “aku disini heenim” jawabku singkat. Mungkin ini saatnya aku mengungkapkan perasaanku. Tak bisa ku tahan lagi. Ini memang harus ku lakukan.

Ku curahkan semua perasaanku pada heenim. aku memeluknya erat. Mungkin rasa hangat ini tak bisa kurasakan lagi. Dia menangis di dadaku. Hh.. menangislah sepuasnya heenim.

Heenim mencium lembut bibirku. Untuk pertama dan terakhir kalinya. aku tak bisa membuka mulutku. Aku harus bisa mengontrol tubuhku ini. Akhirnya kuputuskan untuk menyuruhnya turun kebawah. Menemui calon suaminya. Hatiku tak akan merasa sakit lagi. Aku sudah lega mengatakannya pada heenim.

Heenim akan selalu menjadi bidadari di hati ini. Selamanya. Ne.. bahka ketika nanti aku sudah memiliki seorang anak. Dia akan tetap menjadi yang pertama.

“oppa,.. my first cake for you, jeongmal gumawoyo oppa. Saranghae” heenim tersenyum dengan ‘angel smile’nya. Memberikan potongan kue pertamanya untukku. Semua orang pasti mengerti. Aku adalah oppa kesayangan heenim. ya.. hanya seorang kakak laki lakinya.

“mm.. nado saranghaeyo heenim. gumawo. Berbahagialah” aku megecup keningnya. Hh.. dia memang serasi dengan henry. Itu salah satu sebab aku tak ingin memisahkan mereka berdua. Berbahagialah heenim, henry, aku akan tetap di sini sebagai seorang namja yang ikut menghiasi kisah cinta kalian.

~END~

Satu Tanggapan to “That’s Love”

  1. aisyah azumi Juni 11, 2012 pada 5:13 pm #

    Hikz..oppa ma aku aj yah..saranghee dong hae

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: