Opera

2 Jun

Author: Lee Yoon Hee (fb) @EUNHAEIS_REAL (twitter)

Genre: Family, Romance

Cast:  -Kim Ryeowook

            -Kim Heechul

And other cast..

NB: Annyeong!! Ini adalah ff project ultah eternal magnae kita aka KIM RYEOWOOK!! Baru kali ini saya mengikuti ff project, dan semoga saja saya bisa menang dalam lomba ini dan walaupun saya tidak bisa menang dalam lomba ini.. tapi saya tetap mencintai ryeowook :* okey.. happy read !!

Summary: Walaupun dengan sifatku yang acuh tak acuh ini.. tapi dibalik itu aku mencintai semua orang.. terutama appa ku, Kim Heechul..

 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 

Di malam hari yang sunyi dan ditemani oleh rintikan hujan, Kim Ryeowook.. seorang namja yang sedang duduk di kelas 2 SMP itu sedang duduk dan dengan santai melihat keadaan sekitar rumahnya di atap rumah..

            “Ryeowook~ah.. masuklah! Nanti kau masuk angin!” suruh seorang namja paruh baya. Ryeowook yang mendengarnya pura-pura tak mendengar dan bersiap-siap tidur ditempat itu juga.

            “Ryeowook!! Kau mendengar apa kata appa tidak?” Tanya namja paruh baya itu lagi melainkan Kim Heechul, seorang duda yang ditinggali oleh istrinya dikarenakan sebuah kecelakaan yang sangat tragis, dan pada saat itu Ryeowook masih menduduki bangku kelas 4 SD.

            “Appa ~ aku ingin tidur disini” rengek Ryeowook sambil mengucek-ngucek matanya yang sudah lelah itu.

            “Aigoo~ anakku Ryeowook, mari peluk appa.. kau mengantuk eoh?” Tanya Heechul sambil mendekati Ryeowook dan ingin memeluknya.

            “Jinjja.. ish appa!! Aku sudah besar!!” teriak Ryeowook lalu meninggalkan Appa nya diluar sana yang ingin memeluk anak kesayangannya itu.

            “Appa menyayangimu Ryeowook” gumam Heechul tersenyum lalau menutup pintu atap dan menuju ke kamar Ryeowook untuk tidur bersama.

***

“Ryeowook? Kau sudah makan?” Tanya Heechul seraya menuangkan bubur di mangkuk besarnya. Dan Ryeowook pun hanya diam menonton acar tv kesukaannya.

“Kau mau makan apa?” Tanya Heechul mendekati Ryeowook dan Ryeowook pun pergi meninggalkan Heechul lalu menutup pintu kamarnya keras

‘BRUG!’

“Ini memang salahku” gumam Heechul sambil mematikan tv .

 

FLASHBACK

 

Seorang namja sedang berdiri di depan gerbang sekolah ternama yaitu Kirin High School, dengan membawa selembar kertas yang sangat berarti baginya dan dengan raut wajah yang senang, dia sedang mencari seseorang yang sangat berarti baginya.

“Kim Ryeowook!!” teriak namja itu berlari mendekati seorang namja kecil yang sedang melahap ice cream nya yang hampir mencair itu.

“Appa? Waeyo?” Tanya polos namja kecil itu yang biasa dipanggil Kim Ryeowook.

“Wookie, kau tau? Apaa diterima kerja menjadi seorang desainer!!” teriak senang Heechul sambil memeluk badan Ryeowook.

“Jadi? Kau tidak sering di rumah?” Tanya ragu Ryewook sambil memandangi wajah Heechul yang disertai senyum sedari tadi masih mengembang di wajahnya.

“Ne, begitulah..” jawab enteng Heechul lalu mengajak Ryeowook masuk ke dalam mobilnya.

“Appa! Aku tidak mau kau kerja!” protes Ryeowook lalu keluar dari mobilnya. Heechul yang mendengarnya hanya tersenyum polos lalu keluar dari mobil dan mengejar Ryeowook yang sudah berlari jauh kearah sekolahnya.

Dan Ryeowook pun berhasil berlari menuju ke kelasnya tanpa sepengetahuan appanya. Dengan perasaan yang tercampur aduk seperti kue yang salah adonan, Ryeowook dengan pasrah kembali ke mobil appa nya itu.

“Kau tidak jadi kabur eoh?” Tanya seorang namja yang mengagetkan Ryeowook, dan Ryeowook yang mengenal suara itu langsung pura-pura tidak mengenal dan terus berjalan.

“Ya Ryeowook~ah.. Appa bekerja karena appa ingin membahagiakanmu” ujar namja itu tidak melainkan Heechul, dan Ryeowook yang mendengarnya langsung melirihnya lalu duduk di depan kelas 5.

“Apakah kau akan membagi waktu? Pastinya kau lebih mementingkan pekerjaanmu itu, aku tau kau sangat menyukai pekerjaan merancang baju” ucap polos namja kecil itu sambil mempoutkan bibirnya.

“Apakah appa sekejam itu? Appa akan berusaha untuk meluangkan waktu untuk kita bermain bersama. Arraseo?” Tanya Heechul sambil mengancungkan jempolnya, lalu Ryeowook pun tersenyum dan memluk hangat Heechul.

Dan pada siang hari itu, Heechul mengajak Ryeowook pulang ke rumah. Tapi Ryeowook mengelak karena Ryeowook ingin pada siang hari itu, mereka menghabiskan waktu bersama sampai malam hari. Dan pada saat itu Ryeowook ingin sekali ke pantai, dengan senang hati Heechul menuruti perintah anak yang paling dia sayangi.

Sampai nya Heechul dan Ryeowook di sebuah pantai, Ryeowook langsung keluar dari mobilnya dan langsung membuat istana pasir. Heechul pun tidak kalah senang dengan anak tunggalnya itu. Mereka bersama membuat istana pasir, bermain ombak laut yang ramah pada saat itu, dan membakar ikan hasil tangkapan mereka sendiri. Hembusan angin pantai masih menemani moment mereka yang indah, baru kali ini mereka berbincang satu sama lain dan saling cerita tentang kehidupan mereka masing-masing saat diluar rumah.

“Appa, aku lelah” ucap Ryeowook yang sedang bersandar santai di pundak Heechul, dan Heechul pun mengusap-usapkan rambut anaknya itu lalu mengangkat Ryeowook menuju mobil.

“Kau tidur di dalam mobil dulu ne?” ujar Heechul seraya menutup pintu mobil. Dan Ryeowook pun yang merasa kesepian langsung menyeru appa nya.

“Appa!! Memangnya kau mau kemana?” teriak Ryeowook sambil keluar dari mobil. Heechul yang mendengar teriakan anak nya hanya tersenyum lalu menghampiri Ryeowook.

“Ish.. Appa tadi belum bayar minuman soda! Cepatlah masuk ke mobil.. Kita pulang sekarang!” suruh Heechul sambil terkekeh kecil begitupun dengan Ryeowook yang melihat kelakuan aneh appa nya.

“Appa.. Kau tau? Aku tidak ingin kehilanganmu” ucap Ryeowook sambil memeluk Heechul dari kursi belakang. Dan Heechul pun mengecup pipi kanan Ryeowook dan Ryeowook pun tersenyum lalu kembali tidur.

 

FLASHBACK OFF

 

***

Pagi hari yang cerah dan sinaran matahari yang menyelinap masuk ke dalam kamar seorang namja, dan seorang namja paruh baya memasuki kek kamar anak yang paling disayanginya lalu membuka hordeng kamar yang berwarna biru laut.

“Aishhh!!” gerutu Ryeowook lalu menarik selimut kembali. Heechul yang sadar bahwa Ryeowook sudah sadar dari alam mimpinya, Heechul langsung berlari ke kamar mandi dan mengambil sebuah gayung kecil.

“Ya!! Ryeowook~ah!! Bangun!!” teriak Heechul sambil mencipratkan air ke muka kantuk Ryeowook, dengan malas Ryeowook bangun dan memandang ketus Heechul.

“Appa!! Bisakah kau bangunkan aku dengan cara lembut eohh??” teriak Ryeowook sambil memukul laci mejanya yang ada di sebelah tempat tidurnya.

“Aku sudah berkali-kali membangunkanmu, tapi kau tidak bangun.. Sudahlah, lekas mandi.. Apakah kau mau terlambat?” Tanya tajam Heechul sambil melipatkan tangannya.

Dengan malas Ryeowook menyeret kaki nya menuju kamar mandi lalu menggapai sebuah anduk kecil yang sudah disiapkan oleh apaa nya disamping into kamar mandi, di dalam kamar mandi Ryeowook pun berteriak keras.

“Appa!! Apakah kau ingin membunuhku??” teriak Ryeowook histeris. Heechul yang mendengar Ryeowook berteriak, dia langsung menaruh secangkir kopinya dan langsung berlari kea rah kamar mandi.

“Waeyo?” Tanya Heechul membuka pintu kamar mandi. Dan Ryeowook pun keluar dari kamar mandi dengan muka ketus, Heechul yang sudah terbiasa dengan sikap anak tunggalnya itu langsung memasuki kamar mandi dan mennyalakan air dingin ke dalam bath up.

“Ryeowook, air nya sudah hangat.. Cepat mandi!” suruh Heecul keluar dari kamar mandi dan menghampiri Ryeowook yang sedang mengolesi selai ke roti sarapannya.

“Aku tidak mau mandi” balas santai Ryeowook sambil meng-huapkan rotinya itu.

“Yasudahlah, kalau itu mau mu.. Appa tidak memaksa” ucap Heechul lalu membereskan buku gambarnya yang dipenuhi coretan gambar baju yang indah. Dan Heechul meminum secangkir kopi lalu berjalan keluar.

“Appa? Kau mau kemana?” Tanya Ryeowook malas sambil mengikat sepatunya.

“Appa hari ini ada meeting, jadi appa harus berangkat sekarang juga” ucap Heechul mengambil kunci di meja makan.

Dan Ryeowook langsung berdecak kesal lalu berlari keluar rumah, tapi pada pagi hari itu hujan deras turun. Ryeowook pun hanya diam sambil memerhatikan hujan itu. Ryeowook pun memandang appa nya yang sedang sibuk menelepon dengan teman kerjanya.

“Appa kalau bekerja jadi tidak memikirkan diriku” gumam Ryeowook yang masih memandang kesal appanya. Heechul pun mematikan ponselnya lalu mendapati pandangan Ryeowook yang sedang memandang kesal dirinya.

“Ryeowook? Kau tidak pergi eoh?” Tanya Heecul dari jauh, lalu Ryeowook pun mengabaikan pertanyaan appa nya itu. Dari belakang Heechul sudah berdiri dan memberikan sebuah payung.

“Pakailah!” seru Heechul duduk di samping Ryeowook dan menyodorkan sebuah payung berwarna biru laut.

“Lagian hujannya sudah reda. Aku tidak mau memakai payung itu!” balas Ryeowook berlari meninggalkan Heecul.

“Ryeowook!! Bawalah payung ini!! Appa tidak setiap saat ada melindungimu!!” teriak Heechul dari jauh, Ryeowook yang mendengarnya hanya diam saja lalu melirih appa nya sebal.

***

Di tempat pekerjaan Heechul, Heechul sedang serius membuat desain baju pengantinnya. Sepasang pasangan baju untuk namja dan yeoja. Impian Heechul setelah diterima pekerjaannya di tempat merancang baju ini Heechul ingin sekali membahagiakan anak tunggalnya yaitu Ryeowook, dengan senang hati Heechul menggambar rancangan baju sambil sesekali memadang sebuah foto yang berada di pojok kanan meja kerjanya.

“Ya! Baju pengantin yang kau rancang bagus sekali!” puji seorang pengunjung sambil memadang lembut Heechul. Dan Heechul yang mendengar pujian tersebut hanya lah tersenyum berterima-kasih.

“Aku ingin membeli baju ini chagi..” ucap seorang yeoja sambil menyenggol sikut namja tunangannya, dan namja itu memandang kepada Heechul. Seaakan matanya berbicara ‘Berapakah harga baju ini?’ dengan sigap Heechul berdiri dari kursinya.

“Aku tidak menjualnya!” tegas Heechul yang membuat seisi ruangan memandang aneh Heechul. Dan pelanggan yang tertarik dengan rancangan baju Heechul hanya tersenyum lalu meninggalkan tempat kerja Heechul. Dan dengan lega hati Heechul kembali meneruskan rancangan baju kembali lalu sesekali mencuri pandangannya menatap lembut foto Ryeowook saat dia masih kecil. Tanpa sepengetahuan Heechul, manager Choi Siwon menghampirinya.

“Kim Heechul?” Tanya Siwon sambil melipatkan tangannya lalu meliihat hasil rancangan baju yang telah Heechul gambar.

“Ah ne manager” balas Heechul sambil membungkukan badannya. Dan Siwon menarik buku gambar yang isinya terdapat kumpulan gambaran rancangan baju yang telah Heechul gambar, sambil membuka lembaran demi lembaran. Siwon tersenyum lalu mengembalikan buku gambar itu kepada Heechul.

“Wae? Mereka itu orang kaya.. Kau bisa menjualkan baju yang kau rancang dengan harga tinggi” ucap Siwon yang sukses membuat Heechul tersenyum malu.

“Aniya.. Aku tidak menjual baju pernikahan itu” balas Heechul tersenyum, karena baru kali ini manager Choi Siwon berbicara bertatap mata dengan Heechul.

“Tapi rancangan baju mu itu bagus, sangat kreatif.. dan aku suka” puji bertubi-tubi Siwon, tapi Heechul mengelak agar tidak menjual baju pernikahan tersebut.

“Tapi aku dengar kau berjanji tidak akan menikah lagi” ucap lantang Siwon yang membuat Heechul mendongakkan kepalanya dan menatap tajam Siwon.

“Jadi jual saja baju itu” tambah Siwon memandang serius Heechul,

“Aniya!! Baju ini untuk Ryeowook!!” teriak Heechul kepada managernya,  dan Siwon hanya mengangguk lalu meninggalkan Heechul.

“Ishh.. manager macam apa itu? Lantang sekali..” gumam Heechul lalu membuka laci mejanya dan mengambil sebuah foto Yeoja, yang tidak lain adalah istrinya yang sudah meninggal dengan sanga tragis.

***

Pada istirahat yang ke-2, Ryeowook sedang asik membaca buku sesukanya dan sesekali meminum juice yang tadi saya baru dibeli. Dan karena Ryeowook keasikan dalam dunia imajinasinya dia tidak sengaja menyenggol juice tersebut dan alhasil  jatuh di sampingnya. Ryeowook pun mengambil botol juice itu tapi terlambat karena ada seseorang yang telah mengambil duluan botol juice itu, dan seseorang tersebut langsung meminum juice itu, Ryeowook yang melihatnya langsung merasa jijik dan mendekati orang yang telah meminum juice kesukaannya.

“Ya!! Apakah kau sangat miskin?? Sampai meminum minuman orang lain!! Andwae!!” teriak histeris Ryeowook saat namja yang tadi meminum juice nya mengembalikan botol juice nya.

“Aish.. aku kehausan” balas namja yang biasa dipanggil Kyuhyun, Kyuhyun pun memandang kebawah karena merasa bersalah.

“Mianhe, ambillah” tambah Kyuhyun menyodorkan botol juice tersebut. Tapi Ryeowook menerimanya lalu melempar kembali kearah dada Kyuhyun. Alhasil seragam Kyuhyun sekarang ternodai juice yang tadi bekas diminumnya.

Dengan berat hati Kyuhyun menerima perlakuan kejam itu, Ryeowook pun hanya diam lalu melanjutkan membaca buku kesukaannya. Kyuhyun hanya diam memandangnya sambil membersihkan seragamnya di bagian dadanya.. saat Kyuhyun membersihkan seragamnya seseorang menyodorkan sebuah tissue, seseorang itu adalah Ryeowook. Dengan tidak percaya Kyuhyun terus memandangi Ryeowook, bahwa Ryeowook memberikan tissue kepada Kyuhyun..

“Ya? Apa ini?” Tanya heran Kyuhyun sambil terkekeh kecil.

“Ish.. mianhe soal tadi, kau tau aku tidak mau satu botol dengan orang lain.. itu sangat menjijikkan” ucap Ryeowook, Kyuhyun pun yang mendengarnya terasa sakit hati lalu meninggalkan Ryeowook.

“Maksudmu aku orang rendahan begitu? Sedangkan kau orang kaya!! Jangan perbedakan aku seperti itu!! Arraseo!!” teriak Kyuhyun dari jauh. Dan Ryeowook pun hanya memandanginya aneh lalu menjulurkan lidahnya.

“Ish aku tidak ingin berteman dengan anak rendahan seperti dia!!” gumam Ryeowook sendiri sambil mengacak-acak rambutnya lalu berjalan ke kelasnya.

***

Bel pulang sekolah sudah berdering dengan nyaring. Dan segerombolan anak-anak sudah keluar dari kelas dan terutama Ryeowook, Ryeowook sedang sibuk mencari seseorang yang telah berjanji untuk menjemputnya hari ini. Dengan muka sebal Ryeowook tidak mendapati Heechul yang menunggu di depan pagar sekolahnya melainkan supir suruhan Heechul yang terbiasa menjemput Ryeowook saat Heechul sedang sibuk. Dan Ryeowook langsung merogoh ranselnya dan mengambil sebuah ponsel lalu menelepon Heechul.

“Yobseyo?” Tanya Ryeowook.

“.Ne yobesyo, waeyo Ryeowook?”

“Appa, kenapa kau tidak menjemputku?”

“Hari ini appa sedang meeting”

“Ah kau lebih mementingkan pekerjaanmu itu!!”

“Appa lakukan ini hanya untuk kau Ryeowook..”

“Ah sudahlah!” teriak Ryeowook memutuskan panggilan, dan Ryeowook pun melangkah ke mobil yang menjemputnya. Supir suruhan Heechul pun membuka pintu mobil untuk mempersilahkan Ryeowook memasuki mobilnya.

“Kita mau kemana?” Tanya ahjussi sambil memadang Ryeowook lewat kaca mobil yang memantulkan Ryeowook yang sedang memainkan playstationnya.

“Ke rumah saja, aku ingin tidur” balas santai Ryeowook malas sambil memainkan playstationnya.

Sampai di rumah Ryeowook langsung melempar tas nya ke sofa ruang tamu, lalu membantingkan badannya ke sofa yang berada di ruang tamu. Dan pada saat itu Ryeowook tidak sengaja ketiduran di sofa itu sampai Heechul pulang ke rumah.

“Ryeowook? Tidurlah di kamarmu” suruh Heechul sambil menepuk pelan pipinya.

“Appa.. “ ucap pelan Ryeowook membuka matanya lalu membetulkan posisi duduknya.

“Tidurlah di  kamarmu, kau kelihatan lelah” ucap Heechul meminum secangkir kopi hangat lalu membaca koran tadi pagi. Ryeowook yang memandang lembut Heechul hanya duduk diam lalu menyeret malas tasnya ke kamar dan merebahkan badannya ke kasur.

“Appa.. Mengapa saat ini aku tidak ingin jauh darimu?” ucap Ryeowook sendiri lalu lari menemui Heechul yang sedang membaca koran. Dan tanpa sepengetahuan Heechul, Ryeowook lari ke dapur dan ingin memasakkan sesuatu untuk appa nya itu.

“Ryeowook?” Tanya Heechul di ruang tamu, dan Ryeowook pun kaget lalu menjatuhkan sebuah gelas kaca lalu pecah mengenai kakinya.

“Aishh appa!!” teriak Ryeowook sambil memegang pergelangan kakinya yang mengenai serpihan kaca. Heechul yang mendengar pecahan kaca tersebut langsung berlari menuju asal suara tersebut. Dan Heechul menemukan Ryeowook di dapur yang sedang kesakitan sembari memegang pergelangan kakinya dengan kedua tangannya yang sudah dipenuhi oleh darah segar.

“Gwenchana?” Tanya Heechul mengambil serbet lalu mengikatkan serbet itu ke pergelangan kaki Ryeowook.

“Ahh appa, perihh..” desah kesakitan Ryeowook yang menyelimuti dapur pada saat itu, lalu Heechul menggendong Ryeowook ala bridal menuju kamarnya. Sampai di kamar Heechul berlari mencari kotak obat..

“Ahh persediaan obat abis..” gerutu Heechul sendiri lalu menyeret kakinya malas ke kamar Ryeowook.

“Waeyo appa?” Tanya Khawatir Ryeowook sambil meringis kesakitan.

“Persediaan obat abis, kau tunggu disini.. Appa mau ke toko obat dulu” ucap Heechul meninggalkan Ryeowook, tapi Ryeowook langsung mencegah Heechul pergi meninggalkan Ryeowook sendiri.

“Aniyo appa.. Ini tidak parah, lebih baik appa temani aku disini.. aku ingin tidur” ujar Ryeowook yang membuat Heechul tersenyum lembut lalu duduk disebelahnya sambil mengusap rambutnya Ryeowook.

Keesokan paginya

Ryeowook yang terbagun dari alam mimpiya, kini dia sedang mencari appa nya.. yang terakhir diingatnya Heechul menemani Ryeowook tidur. Dan Ryeowook pun melangkah menuju dapur dan alhasil Heechul sedang tidak ada di dapur, dan Ryeowook melangkah menuju kamar Heechul dan sama saja Heechul tidak ada di kamarnya. Seingatnya sekarang hari Sabtu dan pada hari Sabtu Heechul tidak bekerja karena hari itu dia terbiasa libur dalam kerjanya. Dengan tidak sengaja Ryewook melihat secark kertas yang menempel di kulkas saat Ryeowook ingin mengambil susu cair. Isi pesan di kertas itu bunyinya:

            To: Ryeowook

Ryewook, appa hari ini pergi ke tempat kerja.. karena ada urusan mendadak.. appa sengaja tidak membangunkanmu karena appa tau kalau kau masih sakit.. dan appa sudah memberitahu ke sekolah bahwa kau sakit, jadi istirahatlah yang banyak dan jangan lupa sarapan! Appa kembali ke rumah nanti malam… salam sayang untuk Ryeowook anakku..

            From: Appa

Ryeowook yang membaca pesan itu langsung memandang aneh secari kertas itu dan terus membacanya berulang kali, Ryeowook agak risih dengan kalimat dimana Heechul memanggil Ryeowook dengan anak kesayangan. Tapi Ryeowook hanya tersenyum lalu kembali meneguk susu dinginnya itu dan menuju ke meja makan untuk sarapan.

“Pasti bubur.. tuh kan betul!” tebak Ryeowook sambil membuka tutup mangkok. Dan Ryewook pun melahap bubur buatan Heechul, dari tadi Ryewook tidak menyadari bahwa dia sedang sakit. Pergelangan kakinya yang masih basah oleh darah segar tapi Ryeowook tidak menyadarinya. Sampai dia lupa akan penyakit yang sedang dialaminya..

***

“Jeongmal?” Tanya kaget Heechul kepada Dokter yang sedang menulis resep untuk Heechul.

“Kau harus melakukan operasi” ucap Dokter sambil menyodorkan sebuah resep kepada Heechul. Heechul yang mendengar ucapan Dokter tadi hanya diam tidak percaya. Di dalam pikirannya kalau dia tidak ada di dunia siapa yang akan menemani Ryeowook? Siapa yang akan mengantarkannya ke sekolah? Siapa yang akan menyanyikan lagu kepadanya saat dia mau tidur? Siapa yang akan mengingatkan kepadanya untuk membawa payung saat hujan? Siapa? Siapa?

“Pasti aku bisa sembuh” ucap tegas Heechul sambil memukul pelan meja Dokter.

“Aku harap seperti itu. Tapi waktumu tinggal 1minggu lagi” ucap Dokter dengan rasa yang berat saaat memberitahu sisa waktu hidup Heechul.

“Mwo? Apakah secepat itu?” Tanya Heechul tidak percaya sambil berdiri memandang tajam Dokter itu.

“Aku tidak tahu itu, tapi percayalah bahwa kau bisa hidup lebih lama lagi” hibur Dokter menepuk pelan pundak Heechul, dan Heechul hanya tersenyum simpul lalu meninggalkan ruang tersebut.

Dengan tidak percaya Heechul langsung menelepon Ryeowook karena Heechul tidak ingin kehilangan Ryeowook, dan kini Heechul sangat merindukan Ryeowook.. dengan lincah Heechul memainkan jari lentiknya di layar ponsel dan menekan kontak name Ryeowook.

“Yobseyo?” Tanya Heechul sambil menahan tangisan yang sudah tidak kuat dibendung lagi.

“Ne yobseyo. Appa.. waeyo?”

“Ania.. appa hanya ingin mendengar suaramu”

“Oh.. appa bisakah kau pulang sekarang? Aku takut di rumah sendirian”

“Ne.. appa ke rumah sekarang”

“Appa? Apakah kau menangis eoh?”

“Ania, appa tidak menangis”

“Ya sudah, aku tunggu..” Ryeowook pun memutuskan panggilan, dan Heechul langsung berlari menuju kamar mandi sambil mengusap air mata nya yang luruh begitu saja di pipinya.. sesudah Heechul menenangkan dirinya dan Heechul berjanji untuk tidak menangis secara tiba-tiba di depan anaknya, anak kesayangan yang tidak lain adalah Ryeowook.

Sesampainya di Rumah

 

Dengan berat hari Heechul memasuki ruang tamu, dan secara tiba-tiba Heechul menjatuhkan air matanya yang mendarat mulus di pipinya yang mulus itu. Dan dengan secepat kilat Heechul mengambil tissue yang ada di meja ruang tamu dan mengusapkannya ke pipinya itu.

“Appa?” Tanya Ryeowook saat melihat Heechul menangis begitu saja.

“Ah Ryeowook.. kemarilah, duduk disamping appa” suruh Heechul sambil menepuk sofa yang ada di sebelahnya.

“Appa? Gwenchana?” Tanya khawatir Ryeowook sambil memgang tangan Heechul.

“Gwenchana.. Ryeowook, apa yang kau inginkan sekarang?.. appa akan kabulkan permintaanmu itu” ucap Heechul sambil memegang pundak Ryeowook, Ryeowook yang senang akan pertanyaan Heechul. Dan Ryeowook memikirkan apa yang dia mau sambil mengetuk-ngetuk jarinya ke dagu. Heechul yang melihat tingkah laku anak nya hanya tertawa gemas.

“Aku mau playstation baru” ucap Ryeowook, lalu Heechul merogoh ponsel yang ada di sakunya dan menelpon seseorang. Lalu Heechul pun tersenyum,

“Apakah hanya itu?” Tanya Heechul lagi sambil tersenyum. Dan Ryeowook pun hanya mengangkat bahunya lalu duduk santai disamping Heechul.

“Ryeowook, ada yang datang” ucap Heechul menyuruh Ryeowook untuk membuka pintu.

“Lalu?” Tanya santai Ryeowook diam, dan Heechul langsung membuka pintu nya.. yang datang adalah ongkir yang mengantarkan Playstation yang baru saja Heechul pesan. Dan Heechul langsung membayar Playstation tersebut lalu membawa nya ke ruang tv. Ryeowook yang tidak percaya bahwa Heechul langsung membelikan keinginannya lalu Ryeowook menyusul Heechul yang sedang menyiapkan Playstationnya untuk bermain bersama Ryewook.

“Kemari” ajak Heechul menyodorkan stick Playstation kepada Ryeowook, dan memainkan permainan bola. Senyuman sedari tadi mengembang di wajah polos Ryeowook, dan begitupun juga Heechul.. tapi di dalam hatinya Heechul sedang mengalami kesakitan yang amat dalam.. Heechul tidak kuat lama-lamam untuk memandangi Ryeowook.. rasanya Heechul ingin sekali memeluk Ryeowook selamanya.

“Appa.. kau tau? TV kita jelek sekali” ucap Ryeowook saat memerhatikan TV yang sudah lama menemani hidup mereka.

“Oh tunggu” ucap Heechul lalu kembali menelepon seseorang, 7menit berlalu Ryeowook memainkan Playstation sendiri.. dan Heechul pun ikut kembali bergabung, canda dan tawa menyelimuti mereka.. selama 2jam mereka bermain Playstation tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu.

“Knock..Knock..”

“Biar aku saja yang buka appa” ucap Ryeowook lalu berlari menuju ruang tamu. Dan Heechul pun mengangguk tanda meng-iyakan.. dengan senang hati Ryeowook membuka pintu dan..

“Ini TV nya mau ditaruh dimana?” Tanya ongkir sambil membawa TV yang besarnya sangat besar sekali.

“Ohh.. taruh dalam lalu pasang, aku dan anakku ingin langsung memainka Playstation” ucap santai Heechul sambil memberikan petunjuk kepada ongkir itu.

“Appa.. aku tidak percaya” ucap Ryeowook kepada Heechul, lalu Heechul hanya menggadeng tangan Ryeowook lalu mengajaknya ke ruang tengah.

“TV nya bagus?” Tanya Heechul sambil meneguk sebuah kopi yang tadi telah disiapkannya untuk sendiri.

“Ne, bagus sekali appa..” jawab Ryeowook senang sambil tersenyum lalu memeluk Heechul erat.

“Appa.. ada apakah dibalik semua ini? Kau tidak akan pergi meninggalkanku kan?” Tanya Ryeowook yang sukses membuat Heechul kaget terdiam.

“Ya! Appa ini menyayangimu dan sangat mustahil appa meninggalkanmu!” seru Heechul yang membuat Ryeowook mempoutkan mulutnya. Dan Heechul hanya tertawa sembari mengusap lembut rambut Ryeowook.

Jam telah menunjukkan pukul 20.00 KST dan saatnya tidur untuk Ryeowook, karena besok Ryeowook harus masuk ke sekolah.. sedari jam 15.00 KST Ryeowook masih asik menonton TV sampai sekarang. Heechul yang terus menemani di sisi Ryeowook hanyalah menatapi Ryeowook dan sesekali memeluk hangat Ryeowook, kadang perilakuan tersebut membuat Ryeowook aneh bertanya.

“Appa? Waeyo?”

“Appa? Gwencahana?”

“Appa.. nanti malam kau tidur denganku ne?”

Tapi dari pertanyaan tersebut Heechul hanya tersenyum lalu kembali menonton acar televisi kesukaan Ryeowook. Dan tidak lama kemudiam Heechul tidak kuat untuk melihat keadaan sekitar, penglihatan Heechul kini kabur dan sesekali Ryeowook melihat Heechul lalu tersenyum tapi Heechul kini tidak tersenyum karena pandangannya kabur dan Heechul langusng terjatuh dari kursinya.

***

“Appa? Appa?” Tanya Ryeowook berkali-kali ke Heechul dan sesekali menggoyangkan badannya. Dengan tidak rela Ryeowook melihat raut wajah Heechul yang sudah pucat Ryeowook langsung menelpon ambulans supaya Heechul dibawa ke rumah sakit.

“Ryeowook?” Tanya ahjumma yang dekat dengan Ryeowook dan Heechul, yang biasa dipanggil Lee Hae Rin.

“Ahjumma.. appa tidak akan pergi meninggalkan Ryeowook kan?” Tanya sedih Ryeowook sambil memeluk badan ahjumma. Dan ahjumma hanya tersenyum lalu menghibur Ryeowook, seperti mengalihkan pembicaraan dan menceritakan kejadian Ryeowook saat di sekolah. Tapi itu tidak berhasil, berkali-kali Ryeowook menanyai keadaan Heechul dan pada malam itu Ryeowook tidak henti-hentinya menangis menangisis keadaan appany yaitu Heechul.

Dan saat dokter memberitahu kepada ahjumma bahwa Heechul bisa ditemui Ryeowook yang mendengarnya langsung menerobos masuk ke kamar perawatan Heechul.

“Appaa……!!” rengek Ryeowook saat menemui Heechul sedang dikerumuni oleh perlatan-peralatan medis yang susah namanya diknelai.

“Appaaaaa~ gwenchana?” Tanya Ryeowook dengan isakan tangis yang membasahi pipinya. Heechul yang melihat Ryeowook berada di sisinya dan sedang memegangi tangannya kini hanya tersenyum.

“Appa, appa ingin apa sekarang? Aku akan mengabulkan permintaan appa” ucap Ryeowook yang membuat Heechul kaget dan tersenyum simpul.

“Wookie, appa hanya ingin kau mempunyai teman banyak” ucap santai Heechul sambil terkekeh kecil. Ryeowook yang mendengarnya seakan tidak percaya lalu memandang aneh ahjumma.

“Kalau seperti itu aku bisa.. Appa lihat saja ya?” hibur Ryeowook lalu Heechul pun hanya tertawa lalu Heechul kembali tertidur.

“Eh Wookie, kau besok harus sekolah” tambah Heechul yang sedikit mengagetkan Ryeowook.

“Ne appa, siap! Sudahlah appa.. kau lebih baik tidur saja” suruh Ryeowook, lalau Heechul pun menuruti perintah Ryeowook.

Keesokan paginya

 

Pagi hari yang cerah telah membangunkan Heechul dari alam mimpinya, dan di ruangan Heechul terdapat kegaduhan seorang namja yang sedang berusaha menggapai sesuatu.

“Wookie?” Tanya Heechul yang mendapati Ryeowook sedang loncat-loncat untuk membetulkan runaan Heechul.

“Appa.sudah..bangun..” ucap Ryeowook kesusahan sambil loncat-loncat menggapai hordeng yang menyangkut dan tidak bisa digerakkan.

“Ya! Sudahlah.. biarkan suster yang mengerjakannya..sekarang kau sekolah” ujar Heechul kepada Ryeowook, tapi Ryeowook hanya berdecak kesal lalu duduk disamping Heechul.

“Aku ingin seperti appa, pagi-pagi membuka hordeng dan..” Ryeowook tidak melanjutkan kalimatnya dan langsung berangkat pergi ke sekolah sambil membawa payung.

“Ryeowook, mengapa kau membawa payung?” Tanya heran Heechul sambil berusaha duduk di tempat tidurnya.

“Ania. Aku hanya ingin membawanya saja..annyeong?” ucap Ryeowook berlalu dan meninggalkan Heechul

***

“Kyuhyun!” panggil Ryeowook kepada namja yang biasa dipanggil Kyuhyun, lalu Kyuhyun hanya melirihnya lalu kembali membaca buku pelajarannya.

“Mwoya?” Tanya judes Kyuhyun sambil membuka lembaran selanjutnya.

“Ini..minumlah” ucap Ryeowook sambil menyodorkan sebuah botol minum, dan dengan aneh Kyuhyun memandang Ryeowook tapi akhirnya Kyuhyun meminumnya lalu mengembalikan lagi minuman itu.

“Kau ingin meminumnya? Bukankah kau tidak mau satu botol dengan orang lain?” ucap Kyuhyun, lalu Ryeowook langsung meminum botol minuman itu dengan terpaksa tapi Ryeowook akhirnya suka.

“Ania. Aku tidak pernah mengucapkan itu” ucap santai Ryeowook lalu duduk disamping Kyuhyun, dan Kyuhyun hanya tersenyum lalu kembali membaca buku pelajarannya itu.

“Kau mau tidak pulang sekolah mampir ke rumah sakit? Appa ku dirawat di rumah sakit” kata Ryeowook yang langsung membuat Kyuhyun memandang tajam tidak percaya kepada Ryeowook.

“Mwo? Jeongmal?” Tanya Kyuhyun dan Ryeowook hanya menganggukan kepala. Dan begitupun juga Kyuhyun langsung menganggukan kepala tanda setuju.

Di Rumah Sakit

 

“Appa!!” seru Ryeowook masuk ke dalam ruangan Heechul, dan pada saat itu Heechul sedang makan siang yang disuapi oleh ahjumma.

“Ryeowook? Kau pulang cepat hari ini” Tanya Heechul kepada Ryeowook dan aneh karena Ryeowook membawa banyak teman.

“Guru hari ini rapat appa.. Appa kenalkan mereka semua temanku” ujar Ryeowook tersenyum sambil mempersilahkan teman-temannnya memperkenalkan diri.

“Annyeong..Kyuhyun imnida” ucap Kyuhyun membungkukan 90derajat badannya.

“Ohh kau ini Kyuhyun.. Ryeowook suka bercerita banyak tentang mu” ucap lembut Heechul dan Ryeowook pun menyenggol sikut Kyuhyun dan berbisik.

“Lihat! Appaku sangat baik kan?” bisik Ryeowook terkekeh kecil. Dan Kyuhyun pun hanya mengangguk dan tersenyum kepada Heechul.

15menit berlalu teman-temen sekolah Ryeowook yang sudah banyak berbicara kepada Heechul, bercanda dan saing membagi cerita.

“Oke. Waktunya untuk appa istirahat” ucap ahjumma tersenyum, lalu Kyuhyun dan teman-teman yang lainnya berpamitan untuk pulang. Tapi tidak untuk Ryeowook karena Ryeowook berjanji pada hari ini akan tidur di ruangan itu dan menamani Heechul.

“Heechul, Ryeowook.. Aku pulang dulu ne? kalau ada apa-apa telepon aku ne? annyeong?” upamit ahjumma pergi meninggalkan mereka berdua. Dan kini di ruangan hanya ada Heechul dan Ryeowook yang saling memandangi.

“Ryeowook, lebih baik kau pulang” suruh Heechul sambil membetulkan posisi tidurnya.

“Ania. Aku ingin disini menemai appa” tolak Ryeowook sambil membantu Heechul untuk tidur. Dan Heechul pun hanya diam dan diam menatap langit ruangannya.

“Ryeowook, bisakah kau nyanyikan satu lagu untukku?” Tanya Heechul yang membuat Ryeowook tersontak kaget. Sungguh aneh baginya dimana anaknya menyanyikan lagu untuk appa nya. Tapi demi Heechul apapun Ryeowook akan melakuka apapun demi appanya.

Nael Mutjchi hangsang eolmana neol sarang haneunji

Gaekkeumsik Ajiekmon Miareka Ji Buraneul Haltji

Goekchong Haljima nael Geourub Haljima, naeun bokhan saram ingeol

Summan Swieodo Hwajangan Haedo Nan areum Daweo.. Nun Busheo ~

(Super Junior – A Day)

Baru sebentar Ryeowook menyanyikan lagu itu, Heechul sudah tertidur dan Ryeowook pun tersenyum saat Appa nya sudah tertidur lelap..

“Appa tidurlah yang nyenyak.. Aku tidak ingin menganggumu tidur untuk selamanya” ucap Ryeowook lalu keluar dari ruangan Heechul

***

Keesokan paginya Ryeowook sedang duduk di depan pintu ruangan Heechul, kelihatan Ryeowook lelah karena dia seharian duduk di depan pintu itu dan tidak tertidur sambil memeluk kedua kakinya.

“Ryeowook? Bagaimana keadaan appa mu? Baik kah?” Tanya seorang suster yang ingin memasuki ruangan Heechul, tapi Ryeowook diam saa dan tidak bangun dari duduknya.

“Bangunlah Ryeowook, aku mau check appa mu dulu” ucap Suster, lalu Ryeowook bangun dari duduknya dan mencegah suster itu masuk ke dalam ruangan appa nya..

“Andwae!! Andwae!! Dia sedang tidur!! Jangan ganggu Appa!!” teriak histeris Ryeowook sambil mendorong Suster itu jatuh, lalu Suster itu menjauh Ryeowook dan segera memanggil Dokter yang biasa memeriksa keadaan Heechul.

“Ryeowook?” panggil Dokter kepada Ryeowook yang sedang duduk di depan ruangan Heechul. Ryeowook pun hanya melirihnya lalu mengabaikan panggilan Dokter.

“Izinkan Dokter untuk melihat keadaan Appa mu” ucap Dokter dengan sangat hati-hati, tetapi Ryeowook mengelak dan hanya menggelengkan kepalnya sambil mengucek-ngucek matanya yang sudah mengantuk.

“Dokter! Bagimana keadaan Heechul?” ucap Ahjumma dari jauh lalu menghampiri Dokter yang sedang berbicara dengan Ryeowook.

“Mianhe, aku tidak tau keadaan Heechul sekarang bagaimana.. Ryeowook tidak mempersilahkan aku masuk ke dalam ruangan” ujar Dokter kepada Ahjumma, dan Ryeowook hanya memandang lelah Ahjumma.

“Ryeowook? Kau tidak tidur eoh? Kemarilah.. kau harus tidur” ucap ahjumma sambil menyuruh Ryeowook mendekap badannya, dan Ryeowook pun langsung mendekap tubuh Ahjumma dan menangis.

“Ahjumma!! Appa.. sedang tidur, jangan biarkan ada orang yang mengganggu!!” teriak Ryeowook kepada ahjumma, dan ahjumma hanya mengangguk mengerti.

“Mereka ingin check keadaan Appa, biarkan mereka masuk ne?” Tanya Ahjumma, lalu Ryeowook menganggukan dan memberikan satu isyarat.

“Jangan membangunkan appa!! Dia sedang tidur, appa kelelahan..” ucap tegas Ryeowook. Dan Dokter, Suster menyetujui isyarat tersebut lalu mereka memasuki ruangan Heechul kecuali Ahjumma dan Ryeowook menunggu diluar

20menit berlalu. Segerombolan perawat memasuki ruangan Heechul, kegaduhan itu membuat Ryeowook terbangun dari tidurnya. Ryeowook penasaran apa yang terjadi di dalam ruangan appa nya dan Ryeowook langsung berlari mengetahui apa yang sudah terjadi. Saat Ryeowook memasuki ruangan appa nya dia melihat Heechul sedang tertidur dan para perawat memindahkan Heechul ke ranjang yang ada rodanya.

“Ryeowook!!” tertiak ahjumma dengan isak tangisnya yang membuat Ryeowook heran.

“Ahjumma? Waeyo?” Tanya Ryeowook sambil menghapus air mata Ahjumma.

“Gwenchana? Appa mu!!” teriak Ahjumma sambil mendekap tubuh mungil Ryeowook. Dan tidak lama kemudia Ryeowook sadar apa yang telah dimaksud ahjumma, dan Ryeowook pun langsung berlari dan mencari Appa nya.

“APPA!! APPA!! KAU TIDUR KAN!! AKU TAHU KAU TIDUR!!” tangisan Ryeowook ketika Ryeowook menggoyangkan badan Heechul yang sudah tidak ada detak jantungnya.

“Appa~ andwae..” tangis Ryeowook sendiri, lalu memeluk badan Heechul yang telah dingin dan tidak bernyawa itu.

“Dokter, izinkan aku antarkan appa ku ini ke rumah.. jebal~ “ mohon Ryeowook dengan tangisan yang tak kunjung reda.. Karena Dokter tidak tega dengan apa yang sedang mereka lihat dan akhirnya mereka mengizinkan untuk mengantarkan mayat Heechul ke rumahnya walaupun hanya sehari.

“Ryeowook!! Kau harus ikhlaskan appamu.. dan harus kita kubur secepatnya!! Kalau seperti ini kau pasti tidak akan kuat untuk meninggalkan appa mu!!” ujar Ahjumma di belakang Ryeowook, dan Ryeowook melirihnya lalu menyetujui apa yang dikatakan ahjumma. Dan pada saat itu, mayat Heechul dibawa ke pemakaman yang ada di dekatnya

***

“Ahjumma, sebenarnya appa mempunyai penyakit apa?” Tanya Ryeowook yang masih dalam keadaan duka

            “Dia mengalami kanker lambung, dan saat dia harus menjalani operasi.. dia menolak karena dia tidak mau melihat kau sedih” balas Ahjumma kepada Ryeowook, dan Ryeowook hanya diam lalu memandangi Foto Heechul saat Heechul mengangkat sebuah bayi yang tidak melainkan adalah dirinya Ryeowook.

            “Kau harus pergi sekolah” suruh Ahjumma, dan Ryeowook menuruti apa yang dikatakan Ahjumma.. dan Ryeowook pun pergi ke sekolah selalu membawa payung yang biasa diingatkan oleh Heechul.

“Ryeowook!! Bawalah payung ini!! Appa tidak setiap saat ada melindungimu!! Samar-samar suara Heechul melintas dalam pikirannya, dan Ryeowook hanya tersenyum lalu melangkah keluar rumah dan hari pertama tanpa kehadiran Appa yang sangat berarti dalam hidupnya.

 

~END~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: