My Love

22 Mei

Cats :

-Lee Donghae

-Park Jae In

-Park Jung Soo

-Kim Jong Woon

-Kim Hyuna

Jae In p.o.v

“Ahh..” Seruku ketika seorang namja berjaket putih dan bertopi coklat menabrakku. “Hei! Kalau jalan liat liat dong!!” lanjutku, tapi namja sialan itu tetap tak memperdulikannya. “aiishh.. dasar namja” gerutuku sambil mengusap usap bahuku yang sedikit sakit karena kejadian tadi. “Jae In-ah waeyo? Kau tak apa?” Terdengar suara seorang namja yang taka sing lagi bagiku, “mm.. ne oppa! Agak sakit tadi ditabrak namja sialan” kataku sambil memasang wajah cemberut pada Jong Woon oppa. Jong Woon oppa adalah kakak sepupuku dia tinggal tak jauh dari rumahku. “YA! Siapa dia? Beraninya melukai adik manisku!” Ah.. dia memang romantis, dia selalu berhasil membuat wajahku merah karena kata katanya. “Ah oppa!! Kau ini.. aku tak tahu oppa, sepertinya dia siswa baru di sini” jawabku jong woon oppa hanya menganguk, aku sendiri tak tahu arti dari anggukkannya itu. “eh oppa, aku mau masuk kelas dulu ya, annyeong oppa” pamitku. “mm.. ne, annyeong”.

Aiishh.. aku benar benar telat, kalau saja aku tidak bertemu namja sialan itu, ini tidak akan terjadi!! Mau tak mau aku harus mengetuk pintu kelas ini. “A- Annyeong” kataku terbata “mm.Jae In-ssi,  dari mana saja kau?” kata songsaengnim ku. “m-mian songsaengnim ada sedikit masalah tadi.” Jawabku yang masih sedikit kesal karna kejadian tadi. “m.. ne, ne, cepatlah duduk” kata songsaengnim ku. Selama pelajaran berlangsung, aku terus memikirkan namja tadi, sepertinya aku mengenalnya, batinku yang mengatakannya, ah.. tapi mana mungkin itu dia, dia tak sejahat namja sialan tadi.

Akhirnya jam pelajaran berakhir. Aku berjalan menelusuri koridor sekolah, terasa aneh, seperti ada yang terlupakan, tapi aku tak tahu apa itu. Ku putuskan untuk duduk di bangku taman sekolah sambil terus memikirkannya, sebenarnya apa yang aku lupakan? “YA!!! TANGGAL BERAPA SEKARANG??” reflek aku langsung melihat tanggal di ponselku, “ya tuhaaaan!! Bagaimana aku bisa melupakannya! Sekarang tanggal 16 mei!” sesalku. “Ada apa Jae in-ah? Kenapa kau panik seperti ini?” kata seorang namja sambil menepuk bahuku dari belakang. “Aiishh.. Jung Soo oppa, hari ini tanggal 16 mei! Aku harus ke sungai han sekarang!” jawabku yang sangat panik. “YA!! Kau masih mengingat namja sialan itu? Yang membuatmu depresi selama 2 bulan huh? Lupakan dia! Dia sudah pergi ke Paris! Sekarang ayo pulang.” Kata kakak kandungku itu. Tapi aku tak memperdulikannya, aku langsung berlari menuju sungai han. “Ya!! Jae in-ah! Jae in!!” terdengar teriakan Jung soo oppa, yang mengejarku, aku tetap tak memperdulikannya.

*skip* @Sungai Han

            Kembali ku melakukannya, kebiasaanku setiap tahun, setiap tanggal 16 mei, aku menyusuri tepi sungai han kemudian duduk di bangku taman dekat sungai han. Di sini lah terakhir kali ku melihatnya, melihat namja yang sangat sangat aku cintai. Ia lebih tua 6 bulan dariku, aku sangat mencintainya, dulu aku dan dia adalah sahabat dekat, sebelum akhirnya ia meninggalkanku. Namanya Dong Hae, Lee Dong Hae.  Ia harus pergi ke Paris karena ayahnya di pindah tugas ke Paris. Sebenarnya aku tak mau jauh darinya, tapi apa boleh buat, takdir memisahkan aku dan Dong Hae. Aku sempat depresi selama 2 bulan karena hal ini, jujur saja aku sangat tertekan saat itu. Tapi sekarang aku sadar, aku harus tetap menjalani hidup walaupun tak ada Dong Hae di sisiku. Tujuanku ke Sungai Han adalah mengingat kembali semua hal yang pernah ku lakukan bersama Dong Hae. Ku harap ia tak melupakanku, dan janjinya. Ia berjanji untuk kembali suatu saat nanti.

Hari sudah semakin sore, ku putuskan untuk pulang. Aku berjalan menelusuri jalan tak peduli apa yang ada di sekitarku. Tapi langkahku terhenti di depan suatu warung makan kecil. Dulu di sinilah aku dan Dong Hae oppa, makan berdua. Karena dari tadi siang aku belum makan, aku putuskan untuk memesan sesuatu di sini. Aku hanya memesan ramen dan segelas orange juice. Seseorang yang baru masuk ke warung ini membuatku tersadar dari lamunanku. Dia aneh, ya! Sepertinya dia namja sialan tadi! Dia memakai jaket dan topi yang sama. Tapi aku tak peduli karena aku sangat lapar sekarang! Aku hanya mau makan. Sekilas ku melihat kea rah namja itu yang duduk di kursi dekat kasir. Tapi.. cara duduknya,.. sepertinya aku kenal, seperti cara duduk donghae oppa, kakinya lurus di bawah meja, tanganya di silangkan dan di letakannya di atas meja, apakah dia… Ah! Pabo mana mungkin dia Donghae oppa! Dia kan namja sialan tadi!! Aiishh..

Dong hae p.o.v

Dimana dia? Dimana Jae in?? Jae in-ah.. aku sudah kembali ke Korea, kemana kau sekarang. “mau pesan apa tuan?” kata seorang pelayan. Aku hanya menolaknya dengan isyarat tangan tanpa mengucapkan satu kata pun. Aku memang ke warung kecil ini hanya untuk mengingat masa laluku di korea, masalalu ku dengan Jae In, aku berjanji padanya akan kembali, tapi, diamana dia sekarang. Dulu aku sering makan bersama di warung ini.

Hmm ya sepertinya cukup untuk hari ini. Saatnya pulang, semoga besok aku bisa bertemu dengannya.

Author p.o.v

Mereka berdua pun meninggalkan warung kecil itu bersamaan, hanya saja ketika keluar mereka mengambil jalan yang berlawanan.

*Skip*

            “omooo!!” teriak Hyuna saat  ada seorang namja yang menumpahkan minuman ke seragamnya. “hei kau!” teriaknya lagi. “eh.. mian” kata namja itu yang tak lain adalah Donghae. “tunggu dulu, kau.. bukannya kau Donghae?” kata Hyuna ketika melihat wajah Donghae yang begitu tampan. “mm wae?” jawab donghae datar. “YA!! Apakah kau tak mengenaliku? Aku Hyuna!!” lanjut hyuna. Donghae terlihat terkejut  ketika melihat wajah hyuna “ya! Hyuna-ssi!! Mian aku tak mengenalimu tadi, kau sekolah di sini juga? Mana jong woon? Aku sangat rindu padanya” Hyuna adalah adik Jong Woon, mereka dan Donghae memang bersahabat  dari kecil bersama Jae in juga tentunya. “mm.. kau ini!! Ya sudah! Ayo kita ke kelas Jong woon oppa, lalu kita ngobrol ngobrol di kantin” lanjut hyuna sambil tersenyum bahagia. “ne, ne” jawab Donghae yang tak kalah bahagianya.

Mereka lalu membicarakan masa lalu mereka di kantin, tertawa dengan gembiranya. “mm.. Dong Hae-ssi, kau makin tampan saja” kata Jong Woon “iya, aku tadi hampor saja tak mengenalimu karena kau sagat tampan oppa,” lanjut hyuna “ah.. aku merasa biasa saja, kau juga tambah cantik hyuna, apa lagi kau hyung, terlihat sangat gagah sekarang” jawab Dong Hae malu malu. “Ya, Donghae-ssi, kau masih saja romantis seperti dulu” kata jong woon dengan nada merayu. “mm, tapi apakah oppa sudah bertemu dengan Jae in?” kata hyuna, kata kata hyuna ini membuat donghae yang sedang minum tadi tersedak. “gwenchana oppa?” lanjut hyuna. “mm, apakah kau belum bertemu Jae in?” kata Jong woon setelahnya. “memang dimana dia sekarang? Dia sekolah di sini juga?” jawab donghae yang sangat penasaran “mm.. ne, dulu dia sempat depresi karena kau tinggalkan” ah.. donghae semakin terkejut akan hal ini, “jinjjayo? Ahh.. jahat sekali aku ini!!” gerutu donghae, “ne.. oppa, kau bisa menemuinya di taman sekolah setelah pulang nanti, ia selalu disitu setiap pulang sekolah,” lanjut hyuna. “ne, gumawoyo, aku sangat merindukannya!!” donghae terlihat sangat bahagia. “aiish.. kau masih sama seperti dulu, kau masih menyukainya kan??” goda Jong woon. “Ahh!! Hyuung!!” wajah donghae yang memerah membuat hyuna dan jong woon tertawa.

Donghae p.o.v

Siang ini aku akan menemuinya di taman sekolah, kata jong woon hyung, Jae in selalu kesini sebelum pulang. Benar saja, aku melihat seorang yeoja yang sangat cantik, kulitnya putih, dia tinggi, walaupun tingginya tak melebihiku. Ku dekati dia, semakin dekat dia terlihat semakin cantik. Aku pun duduk di sampingnya, tapi kelihatannya, dia sedang melamun sehingga tak menyadari kedatanganku. Ku lambaikan tanganku tepat di depan wajahnya, ia tetap tak sadar akhirnya aku membisikan sesuatu di telinganya. “Dong hae” benar saja ia langsung tersadar. “YA!! Siapa kau!” katanya. “k-kau.. namja sialan itu kan? Yang menabrakku kemarin?” lanjutnya. Aku terkejut, menabraknya? Ah apa mungkin dia yeoja yang kemarin pagi aku tabrak. “jujur saja!!”lanjutnya, aku tetap terdiam kebingungan. “tapi.. dari mana kau tahu nama donghae?” akhirnya dia selesai bicara.

“kau Jae In?” kataku dengan lirih. “ne, siapa kau?” apakah yeoja ini benar benar tak mengenaliku?? “kau tak mengenaliku?” jawabku penasaran “s-siapa kau? Apa kau…”

Jae in p.o.v

Apakah dia benar benar donghae? Lee Donghae yang ku cintai? “aku Donghae, Lee Donghae, aku sudah kembali dari Paris Jae In, aku menepati janjiku.” Aku terdiam. Berpikir apakah dia benar benar nae ga donghae oppa? “k-kau..” aku terbata. Tapi memang sepertinya dia benar benar oppa. Tanpa pikir panjang aku langsung memeluknya “opppaaa!!! Aku merindukanmu!! Jangan pergi lagi oppa!!” tak terasa aku meneteskan air mataku. “ne, oppa juga merindukanmu  jae in,” dia membalas pelukanku. Bisa kurasakan jantungnya sedang berdetak kencang sekarang. Apakah dia menyukaiku?

Donghae p.o.v

Ya aku sangat merindukanmu Jae in, ah, tidak, jantungku berdetak sangat kencang. Mungkin ini saatnya aku mengatakan bahwa aku menyukainya. “Jae In-ah, bolehkah aku mengatakan sesuatu?” kataku sambil melepaskan pelukannya. “emm.. ne oppa katakan saja” jawabnya sambil mengusap air matanya. “Jae in-ah, aku sudah lama memendam rasa ini padamu, aku menyukaimu sendari dulu, mau kah kau menjadi kekasihku?” jujur saja ku katakan perasaanku padanya. “oppa, nado saranghaeyo, aku mau jadi kekasihmu” katanya sambil tersenyum, manis sekali, wajahnya memerah. Aku pun tersenyum bahagia. Ku cium pipi merahnya yang membuatnya terkejut. “op-oppa” katanya terbata bata. “gumawo Jae in, jeongmal gumawoyo” aku langsung memeluknya lagi.

“YA!! JAE IN APA YANG KAU LAKUKAN” terdengar teriakan Jung soo hyung yang sudah ada di depan jae in dan aku. “a-ani oppa” jawab jae in ketakutan “siapa namja ini?” lanjut jung soo hyung lagi. “mm.. hyung, aku donghae” jawabku “Jae in-ah.. kenapa kau bersama dia lagi? Dia sudah membuatmu depresi selama 2 bulan! Tinggalkan dia jae in” kata jung soo hyung lembut sambil menatap mata jae in. “karena aku mencintainya oppa, aku percaya padanya, dulu memang aku depresi, tapi itu dulu oppa, itu dulu” jawab jae in meyakinan oppanya sambil memegang pipi jong soo hyung. “ne, mianeyo hyung, aku sudah membuatnya depresi, tapi aku akan berjanji tak akan meninggalkannya lagi, aku akan menjaganya hyung.” Aku pun ikut meyakinkan jung soo hyung lagi. “ne oppa,percaya lah, sekali saja percaya padaku oppa” pinta jae in, tatapan jae in memang membuat hati siapa saja luluh. “ne, tapi janji ya, kalau kau menyakiti dia lagi, akan ku bunuh kau!” kata jung soo hyung denga nada bercanda. Aku dan jae in tertawa kecil mendengarnya.

“nah, jae in, sekarang aku akan tetap bersamamu, selamanya, jangan khawatir jae in, oppa di sini” kataku sambil menatap mata jae in, dan kembali memeluknya erat. “ne oppa, gumawo, saranghae” jae in hanya tersenyum malu mengatakannya. “nado.”

Semenjak saat itu aku , jae in, jong woon hyung, dan hyuna kembali menjadi sahabat seperti dulu. Selalu bersama apapun yang terjadi. Hmm.. hidup memang indah.

-END-

Created by: AdminND

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: