Ku Ulangi, “Jeongmal Saranghaeyo”

22 Mei

Eunhyuk P.O.V

Pagi ini sangat indah, udara segar begitu terasa. Kulihat Donghae sedang duduk di teras, mungkin ia juga ingin merasakan udara segar ini. Aku pergi ke dapur, membuat secangkir teh. Aku rasa akan lebih baik jika Hae menikmati udara segar sambil meminum teh hangat.

“Ini teh untukmu” aku menawarkannya begitu sampai di teras.

“Hyuk-ah” Hae memanggilku dengan nada lirih tanpa menerima teh dariku.

“Ne, waeyo? Apa kau ada masalah? Mukamu terlihat lesu, ceritakan saja mungkin aku bisa membantumu” aku duduk disampingnya lalu menaruh teh itu di meja.

“Sun Min” balas Hae masih dengan muka lesu.

“Kenapa dengan Sun Min?”

“A-aku..” ia terbata.

“Katakan saja. Aku ini sahabatmu, akan kubantu sebisaku” aku merangkul bahunya, mencoba membuatnya bersemangat.

“Aku menyukainya” jawab Hae.

“Lalu? Apa yang membuatmu tak bersemangat?”

“Aku takut ia tak menyukaiku, ini akan sangat meyakitkan” muka Hae tambah lesu, bahkan terlihat seperti ingin menangis.

“Berusahalah. Kau bahkan belum mencobanya, yakinlah pada dirimu sendiri” Hanya ini yang bisa aku lakukan, menyemangatinya.

“Apa kau akan membantuku?” Jawab Hae serentak, seolah tubuhnya sudah terisi bahan bakar lagi. Ia sudah bersemangat, syukurlah.

“Tentu saja!” seruku.

“Kau memang sahabatku!” Hae langsung memelukku, aku bisa merasakan kebahagiaannya🙂

Sudah sekitar 2 minggu Hae mencoba mendapatkan hati Sun Min, tapi masih belum membuahkan hasil. Terlintas di pikiranku, ini saatnya aku harus benar benar membantunya! Satu bulan lagi Hae ulang tahun, ini akan jadi kado terindah! Sore ini aku harus bertemu dengan Sun Min.

 

Donghae P.O.V

Apa yang harus kulakukan? Aku ini memang namja payah! Bahkan tak bisa membuat seorang gadis meyukaiku! Tak boleh hanya sampai disini, aku harus terus berusaha. Hyuk sudah bersusah payah memberiku semangat selama ini, aku tak boleh membuatnya kecewa.

Pergi ke taman mungkin akan membuatku merasa lebih baik. Aku berjalan menuju taman terdekat dari rumahku. Begitu sampai, aku hampir tak percaya apa yang aku lihat! Hyuk duduk bersama dengan Sun Min, ngobrol dengan asyiknya, seolah tak merasa bersalah!  Seolah tak tau perasaanku pada Sun Min! Apakah Hyuk diam – diam..?  Tak Mungkin! Hyuk adalah sahabatku! Mana mungkin ia lakukan itu?!

Awalnya aku mencoba terus menyangkal. Tapi mungkin benar, Hyuk menusukku dari belakang. Hampir sebulan ini aku terus melihatnya mendekati Sun Min! Mencoba menarik hati Sun Min! Apakah ini yang namanya sahabat? Jika Hyuk benar sahabatku, ia tak mungkin menyakitiku seperti ini! Ini sangatlah sakit Hyuk! Apalagi orang yang aku anggap sahabat merebut cintaku! Sungguh, sangatlah sakit. Mianhaeyo Hyuk, kau bukan lagi sahabatku.

 

Eunhyuk P.O.V

Besok Hae ulang tahun, semoga aku bisa memberikan kado itu. Aku ingin melihat senyummu saat kau terima hadiahku. Bersabarlah Donghae, tunggu kadoku.

Seseorang mengetuk pintu saat aku tengah membayangkan wajah Hae jika mendapatkan kado dariku.

“Annyeong..” Sapa seorang namja seketika aku membuka pintu.

“Ne, annyeong. Park Jung Soo? Apakah ini benar kau hyung?” Aku terkejut begitu melihat namja yang sepertinya aku kenal ada di depan pintu.

“Ne, lama tak bertemu denganmu” hyung tersenyum lebar sambil mengacak rambutku.

“Buogoshiepoyo hyung!” serentak kami berpelukan, bertemu dengan orang yang lama sekali tak pernah kita lihat lagi, sangatlah bahagia!

“Nado” Masih dengan senyum bahagia aku membantu hyung  memasukkan barang bawaannya kedalam kamarnya dulu, saat masih tinggal disini. Ia adalah kakak kandungku, pergi ke Canada karena tuntutan pekerjaan.

Kami duduk di ruang tamu, mengobati rasa rindu masing – masing.

“Tapi kenapa kau kembali ke Korea? Apakah kau tak tahan rindu padaku?” Setelah 3 tahun kami tak bertemu, akhirnya aku bisa bercanda lagi dengannya.

“Kau ini bisa saja.. daridulu masih belum berubah, sangat suka bercanda! Pekerjaanku di Canada sudah selesai, aku kembali di tugaskan disini” balas hyung menanggapi pertanyaanku.

“Tapi, bukannya Hae besok ulang tahun? Kau sudah menyiapkan kado untuknya?” Tanya hyung mengganti topik pembicaraan.

“Mm, sedang kuusahakan” Aku masih belum yakin bisa memberi Hae kado itu.

“Apakah uangmu kurang untuk membeli kado? Aku bisa meminjamkanmu beberapa”

“Aniya, aku tidak membutuhkannya. Aah ne hyung, aku mau kerumah Hae dulu yaa! Annyeong” Aku langsung meninggalkan hyung sendiri di ruang tamu.

Rumah Hae terlihat sepi, tak seperti biasanya. Sore – sore seperti ini biasanya Hae memutar music sambil menonton tv di ruang tamu. Suara music dan tv bercampur hingga membuat rumahnya selalu terdengar ramai, namun hari ini sangat berbeda.

“Annyeong” Aku langsung masuk begitu melihat pintu yang sama sekali tak dikunci. Kulihat Donghae sedang dikamarnya sendirian berbaring di kasur dengan pandangan yang kosong, entah apa yang ia pikirkan.

“Donghae, apa yang sedang kau lakukan?” aku langsung berbaring di sebelahnya.

“Justru apa yang sedang kau lakukan? Bukankah kau seharusnya bersama Sun Min?” Hae langsung bangkit lalu pergi begitu saja. Ada apa dengannya? Tidak pernah ia bersikap seperti ini padaku sebelumnya.

Aku segera menyusulnya, entah apa yang membuatnya seperti ini. Ia sedang duduk di ruang tamu sekarang.

“Ada apa denganmu? Aku tak mengerti perkataanmu tadi” Aku berdiri tepat didepannya.

“Justru ada apa denganmu?” Tiba – tiba ia berdiri, wajah kami saling berhadapan.

“Aku benar – benar tak mengerti..” Sungguh, aku bingung. Siapa yang salah disini? Aku merasa tak melakukan kesalahan apapun, tapi kenapa Hae perlakukan aku seperti ini?

“Kau tak mengerti? Apa yang sebenarnya tak kau mengerti? Perkataanku atau perasaanku?! Kau terus mendekati Sun Min sebulan ini! Hatiku sakit Hyuk! Sangat sakit!” Kedua kalinya Hae meninggalkanku begitu saja. Apa yang sebenarnya aku lakukan hingga membuatnya semarah itu? Apakah karna aku..

Aku berjalan pulang dari rumah Donghae. Melangkah pelan – pelan mencoba kembali memikirkan yang Hae katakan tadi. Sampailah aku di kamar, langsung berbaring di kasur. Kupikir, pikir, dan terus kupikir. Sampai malam tiba, aku masih tak tau apa yang harus kulakukan. Hingga akupun tertidur…

Pukul 06.15, aku terbangun dari tidur lelapku. Inilah saatnya, Hae harus membuka kadonya sendiri.

“Donghae, mungkin ini saatnya. Dapatkan cintamu sekarang, sahabatmu mendukung. Berbahagialah” kukirim sms untuk Hae.

Sudah pukul 19.00 sekarang, aku rasa Hae sudah mendapatkan kado itu. Aku berencana kerumahnya malam ini, merayakan ulang tahun bersama sahabat pasti sangat menyenangkan.

“Annyeong, saengil chukkahamnida Lee Donghae” Sapaku langsung begitu Hae membuka pintunya.

“Untuk apa kau kesini? Membuang waktu saja, cepat pulang!”

“Apakah salah jika mengucapkan selamat ulang tahun pada sahabatnya sendiri?”

“Apa kau bilang? Sahabat? Apa kau adalah sahabatku?”

“Donghae..” Sedikit tergores, ia melontarkan kata- kata yang tak pernah aku harapkan.

“Aku bilang pulang sekarang juga!!”

“Ada apa denganmu?! Kenapa kau seperti ini?!” Aku ikut terbawa emosi, sudah tak ada yang tenang diantara kami.

“AKU SUDAH TAK MENYAYANGIMU LAGI!!” Hae langsung menjawabnya lalu menutup pintu.

Tubuhku lemas seketika. Pelan – pelan aku terduduk. Apakah ini Donghae? Benarkah ini Donghae sahabatku? Aku menangis sejadi jadinya. Hatiku terus menyangkal, apa yang ia katakan barusan? Sudah tak menyayangiku lagi? Tak mungkin! Tak mungkin ia katakan ini padaku! Kami telah bertahun – tahun bersama, tidak mungkin semudah itu ia katakan ini padaku! Tak mungkin..

Aku berjalan tergopoh gopoh pulang kerumah. Tiba – tiba hujan turun, Tuhan tau apa yang aku rasakan. Biarlah, biarlah air mataku mengalir bersama air hujan yang turun membasahi tubuhku.

Kuganti pakaianku yang basah begitu sampai rumah. Tapi, aku masih belum bisa berhenti menangis. Aku tak percaya apa yang terjadiku padaku saat ini. Ketahuilah Hae, saranghaeyo! Jeongmal saranghaeyo!

Aku terlelap dengan tangisanku. Yang seharusnya jadi hari bahagia bagi hidup kami telah rusak, karenaku.

“Hyuk-ah bangun! Sarapan dulu” panggilan hyung membuatku bangun

“Ne” Aku berjalan menuju meja makan.

“Ada apa dengan matamu?” hyung heran melihat mataku yang bengkak, tentu karena terus menangis semalam.

“Aniya, gwenchaneyo” Aku melahap makanan yang sudah tersaji di meja makan.

“Aah ne oppa, aku ingin pergi ke Pulau Jeju.. hanya 2 minggu” Aku kembali memulai pembicaraan.

“Silahkan, bersenang – senanglah disana” Hyung mengangguk.

Sore ini aku akan berangkat. Sebenarnya, aku ke Pulau Jeju untuk kembali memikirkan apa yang sebenarnya terjadi pada persahabatan kami. Disana sendirian, aku akan jauh lebih tenang. Sebelumnya..

“Aku akan ke pulau Jeju sekarang, aku yakin kau tak akan mencariku” Air mataku kembali menetes, bahkan aku membohongi diriku sendiri.

 

Donghae P.O.V

Untuk apa pamit? Aku tak akan peduli lagi denganmu. Pergilah selama mungkin Hyuk.

Sudah 2 minggu sejak Hyuk pergi ke Pulau Jeju. Tanpa Hyuk, aku lebih mudah mendekati Sun Min. Mungkin ini saatnya.

“Min-ah, aku ingin bertemu denganmu sekarang di taman” aku mengirim sms untuk Sun Min.

Sudah sekitar 15 menit aku menunggu, tapi batang hidung Sun Min masih belum terlihat.

“Min-ah!” teriakku begitu melihat Sun Min dari kejauhan.

“Aah, ne. Ada apa kau memintaku bertemu?” katanya begitu menghampiriku.

“A-aku ingin mengatakan sesuatu” balasku lirih.

“Silahkan” Min menjawabnya lembut.

“Min-ah, Saranghaeyo. Kau mau jadi kekasihku?” aku tersenyum mengatakannya.

“Mianhaeyo Hae” Min tersenyum. Aneh! Jelas – jelas di menolakku! Dia masih bisa tersenyum?

“Apakah ini karna Hyuk? Apakah kau menyukai Hyuk?” Siapa lagi selain Hyuk yang bisa membuatnya menolakku.

“Aniya, aku hanya menganggapmu sebagai teman baikku. Kau menuduh sahabatmu sendiri? Percayalah Hae! Setiap hari ia selalu mencoba menjodohkan aku denganmu!” Sun Min mencoba meyakinkan, lalu pergi begitu saja.

Tubuhku terasa kaku. Merasa bersalah, sangat bersalah. Aku mencoba menelfon Hyuk, tapi ponselnya tidak aktif. Aku berlari sekencang kencangnya, aku ingin bertemu Hyuk, tapi aku sama sekali tak tau harus kemana. maafkan aku Hyuk! Aku bukan sahabat yang baik, aku menyalahkan mu semauku. Jeongmal Mianhaeyo..

Entah apa yang membuatku kesini. Aku berdiri di depan rumahku sendiri. Jung Soo hyung sedang mengetok pintu, mungkin ia mencariku.

“Hyung?” Aku memanggilnya.

“Aah, Donghae. Aku mencarimu”

“Ada apa?”

Hyung belum sempat menjawab, ponselku berdering. Itu, sms dari Hyuk. Hyuk-ah kau memang ada saatku aku butuh, gamshamnida J

“Donghae.. Aku sangat menyayangimu, aku harap kau juga sama. Aku tau aku punya banyak salah, jeongmal mianhaeyo..”

Terlintas di pikiranku untuk menemuinya ke Pulau Jeju. Memeluknya lalu mengucapkan “Aku juga sangat menyayangimu Hyuk. Aku yang salah, mianhaeyo” Tapi saat aku hendak pergi..

“Apa kau tak mau mendengarkanku?” Suara Hyung mengagetkanku.

“Cepat katakan, aku harus pergi”

“Hyuk, hyuk..” Hyung terbata, apa sebenarnya yang terjadi?

“Ada apa dengan Hyuk? Apakah ia sudah kembali?”

“Ne, dia sudah kembali. Kembali ke sisi Tuhan. Ia mengalami kecelakaan saat hendak pulang” suara Hyung hampir tak terdengar. Tapi dengan sangat jelas aku mendengarnya. Bahkan seperti petir yang menyambar hatiku!

Apa yang telah aku lakukan? Membuatnya pergi dengan rasa bersalah karnaku! Tuhan, kenapa kau ambil dia sekarang??! Aku bahkan belum sempat meminta maaf! Apa kau tak ijinkan aku bertemu dengannya? Apakah karna aku sahabat yang jahat? Jeongmal mianhaeyo Hyuk-ah, aku yang salah. Tenanglah disana, sahabatku. Aku tak pernah berhenti menyayangimu. Jika saja di dunia ini ada mesin waktu, perkataanku waktu itu akan ku ulangi “Jeongmal Saranghaeyo”

 

~END~

Created by: AdminNA

Satu Tanggapan to “Ku Ulangi, “Jeongmal Saranghaeyo””

  1. indah berliana Mei 27, 2012 pada 7:48 am #

    (-̩̩⌣́﹏⌣̀-̩̩) (-̩̩⌣́﹏⌣̀-̩̩) (-̩̩⌣́﹏⌣̀-̩̩) sumpah sediih😥

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: